JEPARA – Di dalam boiler Unit 2 PLTU Tanjung Jati B, ribuan pipa bekerja membawa air dan uap dalam tekanan serta temperatur tinggi. Meskipun tidak terlihat dari luar, kondisi setiap pipa sangat menentukan keandalan proses produksi listrik. Untuk menjaga fungsi tersebut, PLN UIK Tanjung Jati B melaksanakan retubing inspection dalam rangkaian pemeliharaan terencana Unit 2.
Pipa-pipa boiler berfungsi menyerap panas hasil pembakaran dan meneruskannya ke air maupun uap yang mengalir di dalamnya. Selama beroperasi, material pipa menghadapi panas, tekanan, gesekan aliran, serta perubahan temperatur yang dapat memengaruhi ketebalan dan kekuatan material.
General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, menjelaskan bahwa pemeriksaan kondisi pipa diperlukan untuk mengetahui bagian yang masih layak dipertahankan dan bagian yang harus diperbaiki atau diganti.
“Satu titik pipa yang mengalami penurunan kondisi dapat memengaruhi keseluruhan sistem boiler. Karena itu, pemeriksaan dilakukan secara detail agar setiap tindakan pemeliharaan benar-benar sesuai dengan kondisi aktual peralatan,” ujar Andi.
Sebelum pekerjaan retubing dilakukan, tim menjalankan Boiler Predictive Program dan Remaining Life Assessment. Pemeriksaan tersebut digunakan untuk mengevaluasi kondisi material sekaligus memperkirakan sisa umur pakai komponen yang terus terpapar tekanan dan temperatur tinggi.
Hasil inspeksi menjadi dasar penentuan lingkup pekerjaan, mulai dari penggantian satu bagian pipa atau cut portion, penguatan permukaan melalui metode overlay, hingga penggantian pipa secara menyeluruh pada satu panel.
Pekerjaan retubing mencakup lima panel Platen Superheater dan lima panel Final Superheater. Kedua bagian tersebut berfungsi meningkatkan temperatur uap sebelum dialirkan menuju turbin agar energi panas dapat dikonversi secara lebih efektif.
Tim juga melakukan penggantian pada 65 panel Reheater. Komponen ini berfungsi memanaskan kembali uap setelah melewati tahapan awal turbin sebelum dialirkan menuju bagian turbin berikutnya.
Pada area Wall Blower, pekerjaan mencakup penggantian 29 panel yang terdiri atas 17 panel sisi IR dan 12 panel sisi IK. Sebagian panel berada pada area furnace dan sebagian lainnya berada di area backpass boiler.
“Setiap area boiler memiliki temperatur, tekanan, dan karakteristik kerja yang berbeda. Pemilihan material tidak dapat disamaratakan. Material harus sesuai dengan desain dan kebutuhan operasi agar mampu bekerja secara aman dalam jangka panjang,” jelas Andi.
Proses retubing dilakukan melalui pembongkaran pipa lama, persiapan sambungan, pemasangan pipa pengganti, pengelasan, serta pemeriksaan kualitas sambungan. Ketepatan ukuran, posisi, dan kualitas pengelasan menjadi perhatian utama agar aliran di dalam pipa tetap terjaga dan tidak menimbulkan kebocoran.
Seluruh data pekerjaan dicatat dan dipantau secara terpadu antara pengguna peralatan dan tim teknis di lapangan. Pemantauan tersebut diperlukan untuk memastikan jumlah pipa, material, titik sambungan, dan hasil pemeriksaan dapat ditelusuri pada setiap tahapan.
Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia dimaknai PLN melalui ketelitian merawat setiap komponen yang mendukung keandalan energi. Pekerjaan di dalam boiler mungkin tidak terlihat oleh masyarakat, tetapi manfaatnya berperan langsung dalam menjaga kesiapan pembangkit.
“Menjaga pipa boiler tetap kuat berarti menjaga aliran uap, keselamatan peralatan, dan kestabilan pembangkit. Melalui pemeliharaan yang presisi, PLN terus berkomitmen menghadirkan listrik yang andal untuk masyarakat dan pembangunan Indonesia,” tutup Andi.
===###===
Editor : Admin