Dari Butiran Menjadi Energi, PLN UIK Tanjung Jati B Laksanakan Pulverizer Inspection Jelang HUT ke-81 RI

Admin • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:40 WIB
HATI-HATI: Petugas melakukan pemeriksaan komponen internal pulverizer Unit 2 PLTU Tanjung Jati B untuk mengidentifikasi kondisi dan tingkat keausan peralatan. Pemeriksaan menyeluruh ini bertujuan menjaga kualitas penggilingan batu bara agar pasokan bahan bakar menuju boiler tetap stabil dan proses pembakaran berlangsung optimal.
HATI-HATI: Petugas melakukan pemeriksaan komponen internal pulverizer Unit 2 PLTU Tanjung Jati B untuk mengidentifikasi kondisi dan tingkat keausan peralatan. Pemeriksaan menyeluruh ini bertujuan menjaga kualitas penggilingan batu bara agar pasokan bahan bakar menuju boiler tetap stabil dan proses pembakaran berlangsung optimal.

JEPARA – Sebelum menghasilkan panas untuk membentuk uap, batu bara harus terlebih dahulu digiling hingga mencapai tingkat kehalusan yang sesuai. Proses penting tersebut berlangsung di dalam pulverizer. Untuk menjaga kualitas pembakaran, PLN UIK Tanjung Jati B melaksanakan pulverizer inspection pada Unit 2 PLTU Tanjung Jati B.

Pulverizer atau coal mill berfungsi menggiling batu bara menjadi serbuk halus sebelum dialirkan bersama udara menuju burner di boiler. Ukuran butiran yang sesuai membantu batu bara terbakar lebih merata sehingga panas yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara optimal.

General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, menjelaskan bahwa kondisi pulverizer berpengaruh langsung terhadap kestabilan pasokan bahan bakar menuju boiler. Karena itu, pemeriksaan dilakukan secara berkala berdasarkan jam operasi dan kondisi aktual masing-masing peralatan.
“Pembakaran yang baik dimulai dari kualitas batu bara yang telah digiling. Pulverizer harus mampu menghasilkan tingkat kehalusan dan aliran serbuk batu bara yang sesuai agar proses pembakaran di dalam boiler berlangsung stabil dan efisien,” ujar Andi.

Pemeriksaan dilakukan terhadap enam pulverizer, yaitu Mill 2A hingga Mill 2F. Tiga pulverizer—Mill 2B, 2D, dan 2E—menjalani pemeliharaan berkala 24.000 jam, sedangkan Mill 2A, 2C, dan 2F menjalani pemeliharaan 6.000 jam.

Perbedaan lingkup pemeliharaan tersebut disesuaikan dengan jam operasi, riwayat peralatan, dan kebutuhan masing-masing pulverizer. Komponen yang mengalami penurunan kondisi atau keausan ditindaklanjuti melalui perbaikan maupun penggantian agar fungsi penggilingan tetap terjaga.

Pada pulverizer yang menjalani overhaul, tim melakukan pemeriksaan terhadap komponen utama seperti roll wheel, grinding ring segment, dan rotating throat. Ketiga komponen tersebut bekerja saling berkaitan dalam proses penghancuran batu bara dan pengaturan aliran udara di dalam pulverizer.

Roll wheel menekan dan menggiling batu bara pada permukaan grinding ring segment. Sementara itu, rotating throat membantu mengatur distribusi udara primer yang membawa serbuk batu bara menuju burner. Keausan pada salah satu bagian dapat memengaruhi kualitas hasil penggilingan dan kestabilan aliran bahan bakar.

Ruang lingkup pekerjaan mencakup penggantian tiga roll wheel, pemasangan kembali grinding ring segment yang telah direkondisi, serta penggantian rotating throat sesuai hasil evaluasi teknis. Setiap komponen diperiksa untuk memastikan ukuran, posisi, dan kondisi pemasangannya memenuhi standar.

“Penggantian komponen dilakukan berdasarkan data dan hasil inspeksi, bukan sekadar perkiraan. Dengan pendekatan tersebut, tindakan pemeliharaan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi keandalan peralatan dalam jangka panjang,” jelas Andi.

Pulverizer inspection menjadi bagian dari ruang lingkup pemeliharaan Unit 2. Seluruh pekerjaan mengacu pada prinsip 5 ON, yaitu On Safety, On Time, On Scope, On Quality, dan On Cost, agar aspek keselamatan, ketepatan pekerjaan, dan kualitas hasil tetap terjaga.

Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa keandalan energi dibangun dari ketelitian menjaga setiap mata rantai proses pembangkitan, termasuk peralatan yang mengolah bahan bakar sebelum memasuki boiler.

“Setiap butiran batu bara yang digiling dengan baik akan mendukung proses pembakaran yang lebih stabil. Melalui pulverizer yang terpelihara, PLN terus berupaya menghadirkan listrik yang andal dan efisien untuk mendukung aktivitas masyarakat serta pembangunan Indonesia,” tutup Andi.

===###===

Editor : Admin
Coal Pulverizer PLN UIK Tanjung Jati B