JEPARA – Panas dari proses pembakaran tidak seluruhnya dibiarkan terbuang bersama gas buang. Sebagian panas tersebut dimanfaatkan kembali melalui Air Pre Heater untuk membantu meningkatkan efisiensi pembangkit. Untuk menjaga fungsi strategis tersebut, PLN UIK Tanjung Jati B melaksanakan Air Pre Heater inspection pada Unit 2 PLTU Tanjung Jati B.
Air Pre Heater atau APH merupakan peralatan pendukung boiler yang memanfaatkan panas gas buang untuk memanaskan udara sebelum masuk ke ruang bakar. Udara yang telah dipanaskan membantu proses pembakaran berlangsung lebih baik sekaligus mengurangi kehilangan energi panas.
General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, mengatakan bahwa efisiensi pembangkit tidak hanya ditentukan oleh peralatan utama seperti boiler, turbin, dan generator. Peralatan pendukung, termasuk APH, juga memiliki peranan penting dalam menjaga kualitas proses produksi listrik.
“Efisiensi dimulai dari bagaimana setiap energi yang tersedia dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Air Pre Heater membantu menggunakan kembali panas gas buang untuk mendukung proses pembakaran, sehingga kondisinya harus terus dijaga,” ujar Andi.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi aktual APH setelah beroperasi dalam temperatur tinggi dan terpapar aliran gas buang yang mengandung partikel. Lingkungan kerja tersebut dapat memengaruhi kondisi komponen bergerak, bagian penopang, serta kemampuan peralatan dalam melakukan perpindahan panas.
Salah satu pekerjaan utama adalah penggantian support bearing pada Air Pre Heater AH-2A. Komponen tersebut berfungsi menopang beban rotor dan menjaga putaran peralatan tetap stabil selama beroperasi.
Kondisi support bearing sangat memengaruhi posisi dan kestabilan rotor. Penurunan kondisi pada komponen ini dapat meningkatkan getaran, menimbulkan gesekan, dan memengaruhi kinerja APH. Karena itu, penggantian dilakukan sebagai langkah preventif berdasarkan evaluasi kondisi peralatan dan rekomendasi pemeliharaan.
“Komponen bearing mungkin terlihat sederhana dibandingkan ukuran keseluruhan Air Pre Heater, tetapi memiliki fungsi yang sangat menentukan. Ketelitian dalam pemasangan dan pemeriksaan diperlukan agar rotor tetap berada pada posisi yang tepat dan dapat berputar secara stabil,” jelas Andi.
Proses penggantian dilakukan melalui tahapan pembongkaran, pengangkatan komponen, pemasangan support bearing pengganti, serta pemeriksaan kembali posisi dan keselarasan peralatan. Setiap tahapan mengacu pada metode kerja dan standar teknis yang telah ditetapkan.
Air Pre Heater inspection menjadi bagian dalam ruang lingkup pemeliharaan Unit 2. Pekerjaan dilaksanakan berdasarkan prinsip 5 ON, yaitu On Safety, On Time, On Scope, On Quality, dan On Cost, dengan keselamatan dan kualitas sebagai prioritas.
Bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Republik Indonesia, PLN memaknai efisiensi sebagai bagian dari tanggung jawab dalam mengelola energi. Pemanfaatan kembali panas gas buang melalui APH menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pembangkit dapat dimulai dari setiap proses dan setiap komponen.
“Semangat kemerdekaan kami hadirkan melalui kerja yang teliti dan bertanggung jawab. Dengan menjaga Air Pre Heater tetap andal, PLN terus mendorong proses pembangkitan yang efisien untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat dan pembangunan Indonesia,” tutup Andi.
Editor : Admin