Ancang-ancang Sediakan SLB Representatif di Jepara, Kolaborasi dengan Swasta 

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 17:53 WIB
INTERAKTIF: Prosesi pembelajaran SLB Aksara yang berlokasi di Jl. Raya Jepara - Kudus No.Km 20, Sengon, Sengonbugel, Kecamatan Mayong.
INTERAKTIF: Prosesi pembelajaran SLB Aksara yang berlokasi di Jl. Raya Jepara - Kudus No.Km 20, Sengon, Sengonbugel, Kecamatan Mayong.

JEPARA — Keberadaan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Jepara masih belum memadai. Hingga kini, baru terdapat satu lingkup SLB Negeri yang berada di area Kota, tepatnya di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan.

Sementara itu, bagi calon siswa (casis) maupun murid di area Jepara Selatan maupun Utara masih terkendala. Tak hanya oleh jarak, tapi juga biaya.

Seiring dengan rencana dibangunnya SLB baru, SLB Aksara di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, dapat menjadi salah satu tumpuan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di wilayah Jepara Selatan. 

Sekolah ini dikelola oleh Yayasan Aksara. Dengan tempat belajar yang representatif. 

Penyediaan sekolah inklusif di Jepara didorong dengan pendekatan kolaborasi. Di samping beberapa SD Negeri pada umumnya juga telah ditetapkan sebagai sekolah inklusi. Namun hal tersebut diupayakan terus meluas.

Kepala Bidang Rehabilitasi, Perlindungan dan Jaminan Sosial (RPJS) Dinsospermasdes Kabupaten Jepara, Iman Bagus Sesulih, mengatakan pihaknya berupaya terus mendukung. Terutama mengenai pemenuhan hak penyandang disabilitas.

Iman menyampaikan, ia telah bersilaturahmi dengan pengelola SLB Aksara sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan bagi penyandang disabilitas.

"Yayasan Aksara merupakan pemerhati teman-teman difabel. Ketua yayasan kemudian mendirikan SLB Aksara untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus," tuturnya.

Saat ini, SLB Aksara berlokasi di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong. Namun, dalam waktu dekat sekolah tersebut berencana pindah ke Desa Rengging Kecamatan Pecangaan agar memiliki fasilitas yang lebih memadai.

Menurut Iman, sekolah tersebut menerima peserta didik dari berbagai jenis kebutuhan khusus. 

Pihak sekolah tidak membatasi kategori disabilitas, selama anak masih dapat mengikuti proses pembelajaran yang diberikan guru.

"Mereka menerima semuanya, dengan catatan anak masih bisa mengikuti pembelajaran dan berinteraksi dalam proses belajar mengajar," imbuhnya.

Kegiatan belajar mengajar berlangsung enam hari dalam sepekan, mulai Senin hingga Sabtu. 

Para siswa juga memperoleh fasilitas ruang belajar berpendingin udara (AC) serta makan siang setiap hari. Untuk mendukung operasional sekolah, orang tua siswa dikenai iuran sekitar Rp 300 ribu per bulan.

Iman menambahkan, keberadaan SLB swasta seperti Aksara sangat membantu memenuhi kebutuhan layanan pendidikan inklusif di Jepara. 

Ia mengiyakan, hingga kini Kabupaten Jepara baru memiliki satu SLB Negeri yang menjadi rujukan dari berbagai wilayah.

Menurutnya, pendirian SLB negeri membutuhkan sejumlah persyaratan, di antaranya ketersediaan lahan, tenaga pendidik, serta kewenangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

Karena itu, peran yayasan swasta menjadi sangat penting dalam memperluas akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

Sementara itu, Pemkab juga tengah menyiapkan pembangunan SLB negeri baru di wilayah Jepara Selatan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara Ratib Zaini sebelumnya menyampaikan pembangunan sekolah tersebut diprediksi akan dilakukan dalam waktu dekat.

SLB baru itu akan dibangun di lahan seluas sekitar satu hektare di belakang SMAN 1 Mayong, dan ditargetkan mulai menerima peserta didik pada tahun ajaran 2027. 

Sekolah tersebut diproyeksikan mampu melayani sekitar 900 siswa jenjang SD hingga SMP, sehingga dapat mendekatkan akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di wilayah selatan Kabupaten Jepara.

Bupati Jepara Wiwit Witiarso Utomo juga menyatakan pemerintah akan terus mendorong pemerataan layanan pendidikan inklusif. 

Setelah pembangunan SLB di Jepara Selatan, pemerintah membuka peluang pembangunan SLB di wilayah utara apabila tersedia lahan yang memenuhi persyaratan.

Dengan adanya SLB Aksara dan rencana pembangunan SLB negeri baru, diharapkan akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Jepara semakin mudah, merata, dan berkualitas.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
SLB Jepara kolaborasi SLB negeri dan swasta penyandang disabilitas pendidikan inklusif sd negeri