Jaga Penyaluran Energi untuk Indonesia, PLN Laksanakan General Trafo Inspection Jelang HUT RI

Ali Mustofa • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 16:35 WIB
Foto ilustrasi: Aktivitas pendukung penggantian high voltage bushing pada transformator Unit 1 PLTU Tanjung Jati B.
Foto ilustrasi: Aktivitas pendukung penggantian high voltage bushing pada transformator Unit 1 PLTU Tanjung Jati B.

JEPARA – Transformator menjadi salah satu mata rantai penting dalam penyaluran energi listrik dari pembangkit menuju sistem kelistrikan.

Untuk memastikan peralatan tersebut tetap berfungsi secara optimal, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B melaksanakan general trafo inspection pada Unit 2 PLTU Tanjung Jati B sebagai bagian dari pemeliharaan terencana atau planned outage yang berlangsung sejak 28 Juni hingga 11 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kerja nyata PLN dalam menjaga kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Melalui pemeriksaan menyeluruh, PLN berupaya memastikan energi listrik yang dihasilkan generator dapat disalurkan secara aman, stabil, dan andal.

Foto ilustrasi: Petugas memandu proses pengangkatan low voltage bushing dalam pekerjaan penggantian komponen transformator Unit 1 PLTU Tanjung Jati B.
Foto ilustrasi: Petugas memandu proses pengangkatan low voltage bushing dalam pekerjaan penggantian komponen transformator Unit 1 PLTU Tanjung Jati B.

General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, menjelaskan bahwa transformator memiliki peran strategis dalam menyesuaikan tegangan listrik sebelum daya disalurkan ke sistem.

Keandalan transformator juga berpengaruh terhadap keamanan peralatan pembangkit dan kestabilan pengoperasian unit.

“Transformator mungkin tidak terlihat langsung oleh masyarakat, tetapi perannya sangat menentukan dalam proses penyaluran energi listrik. Karena itu, setiap komponennya harus diperiksa secara teliti agar daya yang dihasilkan pembangkit dapat disalurkan dengan aman dan andal,” ujar Andi.

Ruang lingkup general trafo inspection meliputi pemeriksaan transformator utama, transformator bantu, dan transformator unit.

Tim teknis melakukan evaluasi kondisi aktual peralatan untuk memastikan tidak terdapat gangguan yang berpotensi memengaruhi kinerja transformator ketika Unit 2 kembali dioperasikan.

Pemeriksaan juga mencakup inspeksi On-Load Tap Changer atau OLTC beserta penggantian komponen yang diperlukan. OLTC berfungsi mengatur perbandingan tegangan transformator ketika peralatan sedang melayani beban, sehingga kestabilan tegangan dapat tetap terjaga sesuai kebutuhan operasi.

Selain itu, tim melaksanakan inspeksi Isolated Phase Busduct dan Non-Segregated Phase Busduct atau IPB/NPB serta penggantian suku cadang sesuai hasil pemeriksaan.

Peralatan tersebut menjadi bagian penting dari jalur penghantar daya listrik yang menghubungkan generator dengan transformator dan sistem kelistrikan lainnya.

Pekerjaan pada area transformator dilaksanakan secara terintegrasi dengan generator assessment, pemeriksaan generator main circuit breaker, pembersihan dan inspeksi isolator tegangan tinggi, serta pemeriksaan sistem kelistrikan pendukung.

Pendekatan terpadu ini diperlukan karena keandalan transformator sangat berkaitan dengan kesiapan peralatan yang berada sebelum maupun sesudahnya.

“Pemeriksaan tidak dilakukan secara terpisah. Kami melihat sistem secara menyeluruh, mulai dari generator, jalur penghantar, transformator, hingga peralatan proteksinya. Dengan demikian, keputusan pemeliharaan dapat dilakukan berdasarkan kondisi aktual dan kebutuhan setiap peralatan,” jelas Andi.

Untuk memperkuat pengawasan, aktivitas di area transformator generator dipantau menggunakan CCTV secara waktu nyata. Pemantauan tersebut dilengkapi dengan inspeksi lapangan, evaluasi pekerjaan harian, serta koordinasi antara PLN, pengelola pembangkit, tenaga ahli, dan seluruh mitra kerja.

Secara keseluruhan, planned outage Unit 2 mencakup 1.034 work order, melibatkan lebih dari 1.150 pekerja, dan didukung oleh 30 perusahaan kontraktor. Seluruh pekerjaan diarahkan untuk memenuhi prinsip 5 ON, yaitu On Safety, On Time, On Scope, On Quality, dan On Cost.

Keselamatan menjadi prioritas utama dengan sasaran zero accident, tidak terjadi kasus pertolongan pertama, tidak ada insiden keamanan, serta terpenuhinya seluruh parameter lingkungan. Setiap pekerjaan wajib dilaksanakan berdasarkan Job Safety Analysis, permit to work, penggunaan alat pelindung diri, dan metode kerja yang telah disetujui.

Setelah seluruh rangkaian pemeliharaan selesai, Unit 2 ditargetkan memiliki tingkat keandalan yang sama atau lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya. Kemampuan operasi pembangkit diharapkan mencapai 660,8 megawatt atau lebih baik dengan efisiensi dan stabilitas operasi yang tetap terjaga.

“Semangat HUT ke-81 Republik Indonesia kami wujudkan dengan memastikan setiap peralatan pembangkit siap memberikan kinerja terbaik. Melalui general trafo inspection, PLN berkomitmen menjaga keandalan penyaluran energi untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pembangunan Indonesia,” tutup Andi.

Editor : Ali Mustofa
pemeliharaan terencana jepara PLN UIK Tanjung Jati B PLTU Tanjung Jati B tegangan listrik