Semarak Budaya Guyub Seni 2026 Hidupkan Kesenian Jepara, Musisi Jalanan Dapat Ruang Berkarya

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 19:36 WIB
ANTUSIAS: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meninjau live painting, kentrung, dan menerima lukisan dari para seniman, pada Minggu (2/8). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
ANTUSIAS: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meninjau live painting, kentrung, dan menerima lukisan dari para seniman, pada Minggu (2/8). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Alunan kentrung bersahut dengan denting angklung. Di sudut lain, kuas para seniman dan pelukis menari di atas kanvas. Sementara parade Sendratari Ratu Kalinyamat memikat perhatian pengunjung.

Suasana itulah yang mewarnai Semarak Budaya Guyub Seni 2026 di GOR Balai Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan, pada Minggu (2/8).

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyampaikan acara ini dilakukan dalam rangka menyongsong HUT ke-81 Republik Indonesia.

Baca Juga: Menggali Jejak Kerajaan Kalinyamat V: Lestari Moerdijat, BRIN, BPK Jawa Tengah Telusuri Temuan Arkeologis

Tak hanya menjadi panggung hiburan, kegiatan ini juga menjadi ruang bersama bagi para pelaku seni, untuk menunjukkan karya sekaligus menghapus stigma terhadap musisi jalanan. 

Termasuk wadah berkarya bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah.

Beragam kesenian ditampilkan, mulai dari kentrung, musik jalanan, musik angklung, parade tari, Sendratari Ratu Kalinyamat, hingga live painting

KHIDMAT: Pembawaan kentrung oleh anak-anak yang duduk di bangku sekolah. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
KHIDMAT: Pembawaan kentrung oleh anak-anak yang duduk di bangku sekolah. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

Sejumlah pelaku UMKM turut dilibatkan untuk menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia, Joharta, mengatakan setidaknya 225 seniman dan peserta yang terlibat dalam penyelenggaraan acara. 60 persen di antaranya merupakan anak-anak. 

Menurutnya, pelibatan generasi muda menjadi upaya menanamkan kecintaan terhadap seni dan budaya sejak dini.

"Semua kami tampilkan. Angklung masuk, kentrung masuk, musik jalanan juga kami beri ruang. Banyak orang menganggap musisi jalanan hanya pengamen biasa, padahal mereka memiliki kemampuan yang layak diapresiasi," ungkapnya.

Joharta berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan. 

Setelah tahun lalu digelar di Desa Langon dan kini berpindah ke Kelurahan Krapyak. 

Agenda ini menjadi agenda lanjutan yang mampu menjadi media kreatif, sekaligus ruang apresiasi bagi para seniman lokal. 

APRESIASI: Seniman Jepara mendapatkan kehormatan menyerahkan lukisan kepada Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, pada Minggu (2/8). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
APRESIASI: Seniman Jepara mendapatkan kehormatan menyerahkan lukisan kepada Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, pada Minggu (2/8). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

Pembina Komunitas Musisi Jalanan Jepara, Murdiyanto, menyampaikan selama ini para musisi jalanan kerap dipandang sebelah mata. 

Padahal, ketika diberi kesempatan tampil di ruang yang layak, mereka mampu menunjukkan kreativitas yang tidak kalah dengan musisi lainnya.

"Selama ini masyarakat seolah menganggap mereka tidak punya potensi. Padahal ketika diberi ruang dan dibuatkan event, kreativitas mereka luar biasa. Kami hanya berusaha menggali potensi dan menyalurkan bakat mereka," ucapnya.

Ia menjelaskan pembinaan terhadap musisi jalanan telah dilakukan secara bertahap melalui berbagai kegiatan. 

Ke depan, komunitas ini disebut memiliki gagasan menggelar pertunjukan rutin setiap bulan di kawasan Jalan Pemuda sebagai ruang terbuka bagi para seniman.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Pratikno, menilai keberadaan musisi jalanan sudah semestinya mendapat ruang tampil di tempat-tempat umum yang ramai dikunjungi masyarakat, seperti kawasan kuliner maupun ruang publik lainnya.

"Ini sangat memungkinkan ditempatkan di pusat-pusat keramaian. Lewat paguyuban dan komunitas yang sudah terbentuk, mereka bisa tampil, bereksplorasi sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat," sambungnya.

Pihaknya menambahkan, Komunitas Musisi Jalanan Jepara telah terbentuk sejak 2024 dan kini memiliki sekitar 120 anggota. 

Menurutnya, keberadaan komunitas tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan ekosistem seni pertunjukan yang lebih tertata, sekaligus membuka ruang berkarya bagi para musisi jalanan di Kabupaten Jepara.

“Jepara perlu adanya ruang-ruang apresiasi seni. Tak hanya bagi anak-anak, namun juga para seniman jalanan,” pungkasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
Seniman Jepara Guyub Seni Apresiasi seniman jalanan Lestari Moerdijat wakil ketua mpr ri