JEPARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyiapkan lahan seluas enam hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) kedua.
Rencana tersebut muncul menyusul penawaran dan komitmen pemerintah pusat, yang ingin mengembangkan program Sekolah Rakyat di Kabupaten Jepara.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Jepara Muh Ali mengatakan, rencana tersebut mengemuka saat kunjungan Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum.
Kementerian PU menilai bangunan SR dapat dikembangkan kembali di kompleks Sekolah Rakyat Terpadu di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji.
"Sudah diwacanakan penambahan satu bangunan Sekolah Rakyat lagi. Kami diminta menyiapkan lahan sekitar enam hektare," ungkap Muh Ali, pada Jumat (31/7) saat meninjau SR.
Ia menjelaskan, Jepara menjadi daerah yang dinilai paling siap untuk pengembangan program Sekolah Rakyat.
Selain telah memiliki Sekolah Rakyat Terpadu, pemerintah daerah juga masih memiliki cadangan lahan yang cukup luas.
"Jepara memiliki lahan Sekolah Rakyat paling luas di Jawa Tengah. Total kawasan yang kami miliki lebih dari 30 hektare. Di dalamnya nanti ada Sekolah Rakyat Terpadu yang hampir selesai dibangun, Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), dan rencana pembangunan Sekolah Rakyat berikutnya," imbuhnya.
Menurut Muh Ali, pemerintah pusat masih memiliki alokasi anggaran untuk pengembangan Sekolah Rakyat di sejumlah daerah.
Karena itu, Pemkab Jepara berupaya menunjukkan kesiapan, termasuk melalui komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan lahan yang dibutuhkan.
"Kami sudah mengusulkan ke pemerintah pusat. Yang dibutuhkan sekarang adalah komitmen pemerintah daerah. Kebetulan Jepara siap," ujarnya.
Sementara itu, siswa Sekolah Rakyat rintisan yang sebelumnya belajar di BLK Kecamatan Pecangaan, akan dipindahkan ke kompleks Sekolah Rakyat Terpadu di Desa Suwawal Timur.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan dimulai pada Kamis (20/8) mendatang.
Muh Ali memastikan seluruh pembangunan ruang belajar maupun asrama ditargetkan selesai sebelum MPLS dimulai. Sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung tanpa terganggu pekerjaan konstruksi.
"Semuanya kami targetkan selesai sebelum 20 Agustus. Jadi saat MPLS dimulai, seluruh fasilitas utama sudah siap digunakan," jelasnya.
Saat ini Sekolah Rakyat Terpadu Jepara menampung 90 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Seluruh kuota telah terpenuhi.
Termasuk 75 siswa SR Dasar (rintisan) yang sebelumnya lebih dulu memulai pembelajaran di BLK Pecangaan.
Kesiapan lahan dan dukungan pemerintah pusat, Pemkab Jepara berharap pengembangan Sekolah Rakyat tahap berikutnya dapat segera direalisasikan.
Sehingga semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan berasrama secara layak.
“Pekerjaan konstruksi masih menunggu, ini sedang diusulkan,” pungkasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya