JEPARA — Masa depan Persijap Jepara kembali menjadi sorotan.
Di tengah belum lengkapnya komposisi pemain setelah eksodus besar-besaran, muncul pula isu kepindahan homebase ke wilayah Jawa Barat, hingga wacana pergantian nama klub.
Kondisi tersebut sempat memicu keresahan di kalangan suporter. Khawatir identitas klub kebanggaan Kota Ukir akan berubah.
Sebagai bentuk komitmen menjaga keberlangsungan Persijap, Pemerintah Kabupaten Jepara bersama perwakilan suporter, menggelar pertemuan pada Minggu (26/7) malam.
Pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Wakil Bupati Jepara itu, menghasilkan penandatanganan kesepakatan bersama antara perwakilan suporter Jetman, Banaspati, dan CNS.
Dalam kesepakatan tersebut, suporter menyatakan siap memberikan dukungan penuh kepada Persijap dalam kondisi apa pun.
Baik menang maupun kalah, dengan memenuhi stadion, setiap laga kandang sebagai bentuk loyalitas kepada tim.
Selain itu, suporter juga berkomitmen menjaga ketertiban, keamanan, nama baik, dan kehormatan Persijap.
Mereka sepakat tidak melakukan tindakan anarkis, provokasi, perusakan fasilitas, pelemparan benda, penyalaan flare, petasan, kembang api, maupun pelanggaran lain yang berpotensi merugikan klub. Serta memicu sanksi dari operator kompetisi maupun pihak berwenang.
Pentolan Banaspati, Agus Cumez, mengungkapkan dalam pertemuan tersebut disampaikan setidaknya empat syarat yang diajukan pihak owner Persijap, agar klub tetap bermarkas di Jepara.
"Dua menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, yakni mengupayakan investor dan sponsor. Sementara dua lainnya menjadi komitmen suporter, yaitu memenuhi stadion saat pertandingan kandang dan menjaga kondusivitas," ungkapnya, Senin (27/7).
Menurut Agus, sinyal yang diterima dari hasil pertemuan tersebut cukup positif.
Pemerintah Kabupaten Jepara disebut menyatakan keseriusannya membantu meringankan beban pembiayaan klub, dengan mengupayakan sponsor di luar sponsor utama yang telah dimiliki Persijap.
"Alhamdulillah sudah ada sinyal baik sesuai yang diminta owner. Informasinya, bahkan Bank Jateng disebut membuka peluang untuk ikut mendukung klub," katanya.
Ia menambahkan, pihak owner memberikan waktu kepada pemerintah daerah untuk menindaklanjuti berbagai upaya tersebut.
Termasuk pembahasan teknis mengenai skema dukungan, peluang masuknya investor, hingga kemungkinan pembelian saham oleh pihak-pihak yang berminat.
Agus menegaskan, hasil pertemuan itu membawa angin segar bagi suporter.
Berdasarkan komunikasi yang terjalin, Persijap dipastikan tetap bermarkas di Jepara.
"Yang terpenting, Persijap tetap di Jepara. Kami berterima kasih kepada Pemkab yang merespons cepat demi kelanjutan Persijap. Klub ini milik bersama, jadi sudah menjadi kewajiban semua pihak untuk ikut menjaga dan mendukung keberlangsungannya," ucapnya.
Di samping itu, Pemerintah Kabupaten Jepara juga sedang merembuk. Mengenai pembebasan biaya sewa fasilitas stadion Gelora Bumi Kartini (GBK).
Dukungan-dukungan ini tak ubahnya sebagai wujud dan upaya agar Persijap tetap bermarkas di Bumi Jepara.(fik)
Editor : Mahendra Aditya