JEPARA — Sekolah Rakyat Terpadu di Kabupaten Jepara nantinya akan memiliki kepala sekolah masing-masing, pada setiap jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
Skema tersebut disiapkan seiring pengembangan kelembagaan sekolah, agar memiliki jaminan mutu dan arah pendidikan.
Kepala Sekolah Rakyat Jepara, Asri Linda Listyaningrum, mengatakan, untuk sementara seluruh penyelenggaraan masih berada di bawah satu kepala sekolah.
Namun, ke depan setiap jenjang pendidikan akan dipimpin oleh kepala sekolah masing-masing supaya pengelolaan lebih optimal.
"Ke depan memang akan ada kepala sekolah pada masing-masing jenjang," ujarnya, pada Jumat (24/7).
Linda menjelaskan, rangkaian kedatangan peserta didik dimulai pada Rabu (29/7).
Para siswa bersama orang tua akan diundang lebih dahulu ke kompleks Sekolah Rakyat, untuk proses registrasi sekaligus penempatan di asrama.
"Anak-anak kami undang ke sini bersama orang tua. Setelah sampai di lokasi nanti kami atur untuk menempati asrama," ucapnya.
Semula proses masuk asrama dijadwalkan pada Jumat (31/7). Namun, jadwal tersebut dimajukan sehari menjadi Kamis (30/7).
Meski demikian, pihak sekolah masih menunggu kepastian teknis terkait pelaksanaan check-in dari pemerintah pusat dan daerah.
Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, Sekolah Rakyat Jepara saat ini masih memiliki tiga guru sesuai jumlah rombongan belajar (rombel).
Sembari menunggu proses rekrutmen guru dan tenaga kependidikan dari Kemensos, kebutuhan tenaga pengajar akan dibantu oleh pemerintah daerah.
Untuk jenjang SD dan SMP, dukungan guru sementara diberikan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara.
Sedangkan untuk kebutuhan guru jenjang SMA akan dipenuhi melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Pati.
Asri menyebutkan, sekitar 12 guru akan diperbantukan untuk jenjang SD dan SMP, sedangkan sebanyak 17 guru disiapkan untuk jenjang SMA.
Guru-guru bantuan tersebut akan bertugas sementara selama Agustus hingga September 2026.
Selanjutnya, kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, akan dipenuhi oleh Kemensos mulai Oktober mendatang.
Menurutnya, seluruh persiapan terus dimatangkan, agar para siswa dapat segera beradaptasi ketika resmi menempati gedung Sekolah Rakyat. Serta dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara penuh.
“Iya existing (75 siswa SR, red) yang semula melakukan kegiatan belajar mengajar di gedung BLK Pecangaan, mulai tanggal 29 Juli nanti sudah dipindah ke sini (Kompleks SR Terpadu di Suwawal Timur, red),” tandasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya