Progres Tembus 90 Persen, Sekolah Rakyat Terpadu Jepara Siap Sambut 345 Siswa Perdana Akhir Juli

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 18:06 WIB
BERLANJUT: Pemda Jepara beserta instansi terkait tengah meninjau lokasi gedung SR Terpadu di Suwawal Timur Kecamatan Pakis Aji pada Jumat (24/7). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
BERLANJUT: Pemda Jepara beserta instansi terkait tengah meninjau lokasi gedung SR Terpadu di Suwawal Timur Kecamatan Pakis Aji pada Jumat (24/7). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Berbagai jenis pekerjaan masih terlihat di sejumlah sudut kawasan Sekolah Rakyat (SR) Terpadu di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, pada Jumat (24/7). 

Sejumlah pekerja tampak merampungkan pemasangan plafon, mengecat, merampungkan pekerjaan di toilet, membersihkan ruangan, hingga memasang instalasi air maupun kelistrikan. 

Bahkan sejumlah tentara tampak berada di lokasi pekerjaan. 

Di tengah aktivitas tersebut, jajaran Pemerintah Kabupaten Jepara melakukan peninjauan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas yang akan digunakan peserta didik siap difungsikan.

BERLANGSUNG: Para pekerja tengah mengebut pekerjaan pembangunan SR Terpadu di Suwawal Timur Kecamatan Pakis Aji.
BERLANGSUNG: Para pekerja tengah mengebut pekerjaan pembangunan SR Terpadu di Suwawal Timur Kecamatan Pakis Aji.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Kabupaten Jepara, Muh Ali, mengatakan fokus peninjauan kali ini memastikan bangunan yang akan digunakan pada awal tahun ajaran benar-benar siap. 

Meski proyek pembangunan secara keseluruhan masih berjalan sesuai masa kontrak. Kondisinya mencapai 90-an persen. 

Menurutnya, proses pembelajaran akan tetap dimulai sesuai jadwal dengan mengutamakan area-area yang sudah layak pakai. 

Sementara pekerjaan yang belum selesai akan dilokalisir, agar tidak mengganggu aktivitas belajar maupun membahayakan para siswa.

Muh Ali mengatakan, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan dimulai pada Kamis (30/7), atau dimajukan sehari dari rencana semula, Jumat (31/7). 

Hal tersebut dikarenakan mempertimbangkan penyesuaian kalender kegiatan.

"Insyaallah kami MPLS tanggal 30 Juli. Hari ini kami sudah meninjau seluruh fungsi gedung untuk murid SD, SMP, dan SMA. Tanggal 28 Juli kami cek lagi, hingga semuanya siap," ujarnya, pada Jumat (24/7).

Ia menjelaskan, meski kontrak pembangunan terbaru masih berlangsung hingga 23 Agustus 2026, pihaknya meminta kontraktor memprioritaskan penyelesaian seluruh bangunan yang akan digunakan siswa.

"Kami minta tempat-tempat yang difungsikan anak sekolah sudah bisa digunakan. Ruang kelas, asrama putra maupun putri, gedung serbaguna, termasuk masjid harus sudah siap," imbuhnya.

ASRAMA: Kondisi asrama para siswa di lokasi SR Terpadu.
ASRAMA: Kondisi asrama para siswa di lokasi SR Terpadu.

Muh Ali memastikan fasilitas utama pembelajaran kini hampir seluruhnya rampung. 

Pekerjaan yang tersisa hanya berupa penyelesaian plafon, pembersihan, dan beberapa pekerjaan finishing lainnya.

"Kami sudah mengecek ruang kelas, asrama, toilet hingga rumah susun guru dan wali asuh. Mebelernya juga sudah siap. Tinggal finishing untuk fungsional," sebutnya.

Ia menambahkan, seluruh siswa yang diterima pada tahun ajaran 2026 akan langsung menempati asrama sejak hari pertama MPLS. 

Orang tua atau wali murid juga akan dilibatkan saat proses kedatangan siswa.

"Kami juga mengikutsertakan wali murid. Anak-anak nanti langsung masuk asrama," jelasnya.

Pada tahun ajaran perdana ini, Sekolah Rakyat Terpadu Jepara akan menampung siswa baru jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kuota masing-masing 90 siswa. 

Selain itu, terdapat 75 siswa Sekolah Rakyat Rintisan, yang juga akan mengikuti proses pembelajaran di kawasan tersebut.

Meski masih terdapat aktivitas proyek, Muh Ali memastikan area pekerjaan telah dipisahkan dari kawasan yang digunakan siswa.

"Sekarang tinggal pembersihan. Belum 100 persen, tetapi sudah finishing untuk kebutuhan fungsional," tegasnya.

Salah satu penyesuaian yang menyebabkan pekerjaan mundur ialah adanya perubahan desain konstruksi atap. 

Ia menjelaska, bangunan atap menggunakan genteng yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah Pantura. Sehingga rangka atap mengalami perubahan dibandingkan rancangan awal.

Sekolah Rakyat Terpadu Kabupaten Jepara sendiri menjadi salah satu proyek strategis nasional di bidang pendidikan. 

Kawasan ini memiliki luas lahan sekitar 10 hektare, menjadikannya Sekolah Rakyat dengan lahan existing terbesar di wilayah cakupan Jawa Tengah II.

Luasan kawasan ini jauh melampaui Sekolah Rakyat di sejumlah daerah lain. Kabupaten Pati memiliki luas sekitar 5,01 hektare, Kabupaten Rembang 5,3 hektare, Kabupaten Sragen 5,9 hektare, Kabupaten Sukoharjo 5 hektare, sedangkan Kota Semarang sekitar 6,5 hektare.

Sekolah Rakyat Terpadu Jepara diproyeksikan menjadi pusat pendidikan berasrama. Dilengkapi ruang belajar, asrama siswa, rumah susun guru dan wali asuh, gedung serbaguna, masjid, serta berbagai fasilitas penunjang pembelajaran dalam satu kawasan terpadu.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
SR Jepara mpls sekolah rakyat Sekolah rakyat terpadu Sekolah asrama Pembangunan SR Wilayah Pantura