Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Menggali Jejak Kerajaan Kalinyamat Bagian II: Bupati Jepara Tinjau Struktur Bangunan Kuno di Kriyan hingga Dukung Pendirian Galeri 

Fikri Thoharudin • Kamis, 16 Juli 2026 | 19:18 WIB
PEDULI: Bupati Jepara Witiarso Utomo meninjau kondisi temuan hamparan struktur bata kuno di Desa Kriyan Kecamatan Kalinyamatan, pada Kamis (16/7).
PEDULI: Bupati Jepara Witiarso Utomo meninjau kondisi temuan hamparan struktur bata kuno di Desa Kriyan Kecamatan Kalinyamatan, pada Kamis (16/7).

JEPARA — Upaya pelestarian mengenai peninggalan diduga era Ratu Kalinyamat kian mendapatkan perhatian serius.

Sebelumnya, setelah ramai pemberitaan mengenai temuan ornamen dua sisi, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Tengah serta Disparbud Jepara, telah turun ke lapangan. Mengecek area yang menjadi lokasi penemuan batu medalion di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan pada Kamis (11/6).

Tak hanya itu, pegiat sejarah dan budaya setempat juga telah mengirim surat penemuan objek diduga cagar budaya (ODCB) kepada Bupati Jepara, pada Senin (22/6).

Tak berselang lama, Bupati Jepara Witiarso Utomo meninjau hamparan struktur bangunan bata kuno tersebut, pada Kamis (16/7) sore. 

Baca Juga: 3 Fakta Menarik Situs Langgar Bubrah Jepara, Diduga Bagian Kompleks Kerajaan Kalinyamat

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan langsung temuan yang sebelumnya dilaporkan para pegiat budaya setempat.

Bupati menyisir sudut demi sudut kawasan. Menyaksikan sisa struktur bata kuno yang dipercaya masyarakat setempat sebagai bagian dari Situs Langgar Bubrah. Erat kaitannya dengan peninggalan Ratu Kalinyamat. 

Meski demikian, ia menegaskan seluruh temuan tetap harus melalui kajian mendalam, sebelum dapat dipastikan nilai sejarahnya.

"Temuan ini harus dicek oleh orang yang memiliki ilmu (ahli, red). Kalau saya pada prinsipnya mendukung masyarakat untuk pelestarian Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) maupun situs dan kawasan Cagar Budaya," ungkapnya.

LESTARI: Bupati Jepara Witiarso Utomo tengah ditunjukkan potensi sejarah dan budaya di Desa Kriyan.
LESTARI: Bupati Jepara Witiarso Utomo tengah ditunjukkan potensi sejarah dan budaya di Desa Kriyan.

Menurut Wiwit sapaan akrab Witiarso Utomo, kawasan di Desa Kriyan menyimpan banyak artefak bersejarah yang perlu dijaga. 

Sejumlah temuan di lokasi tersebut di antaranya ornamen batu medalion dari andesit putih. Ornamen ini mirip dengan apa yang ada ditemukan dan berada di kompleks Masjid dan Makam Mantingan. Corak ornamennya klop, sejenis.

Bedanya, ukiran pada dua sisi yang ditemukan di Kriyan menampilkan motif Kalabhairawa dan Apsara. Sarat dengan corak masa Hindu-Buddha dan Islam.

Sedangkan salah satu ornamen di gudang penyimpanan Masjid Mantingan, juga ditemukan ukiran dua sisi. Satu sisi berukiran kera, sedangkan pada sisi lain ukiran sulur-suluran.

Di samping itu, juga masih terdapat lembaran bahan material yang diduga dimanfaatkan untuk membuat ukiran seperti ornamen tersebut. Belum lagi temuan batu beraksara Tionghoa yang di temukan di area Masjid Al Makmur Kriyan.

Wiwit sepakat dan menaruh harapan besar atas potensi tersebut. Para pegiat budaya Desa Kriyan pun mengusulkan dibangunnya galeri artefak di kompleks Masjid Al Makmur Kriyan. 

Galeri ini dapat menjadi tempat penyimpanan, pengarsipan, sekaligus ruang edukasi bagi masyarakat. Utamanya mengenai berbagai temuan bersejarah berkenaan dengan Ratu Kalinyamat.

"Teman-teman pegiat budaya ingin ada semacam galeri di kompleks Masjid Al Makmur Kriyan. Meski belum (jadi) museum, tetapi tempat untuk mengarsipkan dan menyimpan berbagai artefak yang telah ditemukan," imbuhnya.

SAKSI SEJARAH: Rombongan Bupati Jepara Witiarso Utomo beserta Disparbud dan pegiat budaya tampak menyaksikan detail struktur bata kuno di Desa Kriyan.
SAKSI SEJARAH: Rombongan Bupati Jepara Witiarso Utomo beserta Disparbud dan pegiat budaya tampak menyaksikan detail struktur bata kuno di Desa Kriyan.

Wiwit pun tampak antusias, saat melihat gambaran struktur bata kuno yang diduga merupakan bagian dari Situs Langgar Bubrah semasa dan Era Ratu Kalinyamat.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara siap memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian situs bersejarah.

Pelestarian berbagai situs ini, sejurus dengan penetapan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional pada 2023 lalu.

"Ratu Kalinyamat sudah dinobatkan sebagai pahlawan. Artinya beliau bukan lagi sekadar dongeng, tetapi tokoh sejarah yang kita miliki," jelasnya.

Ia berharap keberadaan berbagai situs di Kriyan dapat semakin menguatkan bukti, atas sejarah peradaban dan pemerintahan Ratu Kalinyamat.

Selain Situs Langgar Bubrah, di kawasan tersebut juga terhubung dengan sejumlah lokasi bersejarah lain. Seperti Siti Hinggil di Desa Kriyan dan Gunung Mas di Desa Robayan. 

Bahkan, menurut para pegiat budaya setempat, sejumlah temuan juga berada di lingkungan Masjid Al Makmur.

"Harapannya ini bisa menunjukkan adanya peradaban pemerintahan Ratu Kalinyamat di Kriyan di masa lampau. Tinggal bagaimana dukungan kami, pemerintah daerah dapat mewujudkan cita-cita teman-teman pegiat budaya di sini (Kriyan, red),” terangnya.

PADAT: Kondisi struktur bata kuno yang masih menyatu padu, kokoh.
PADAT: Kondisi struktur bata kuno yang masih menyatu padu, kokoh.

Meski demikian, Witiarso mengungkapkan status lahan lokasi temuan masih merupakan milik perseorangan, sehingga perlu pembahasan lebih lanjut bersama pihak terkait.

"Statusnya masih milik warga. Nanti akan kami diskusikan lebih lanjut," katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung penyelenggaraan tradisi Baratan Kalinyamatan, yang juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Menurutnya hal itu tetap harus dipertahankan sebagai identitas budaya daerah. 

Ia menilai penguatan esensi, filosofi, dan karakteristik tradisi tersebut dapat semakin menjadikannya sebagai ikon budaya Kabupaten Jepara.

“Ya, kami mendukung,” tandasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
Kerajaan Kalinyamat Bupati Jepara dukung Pendirian Galeri Peninggalan Ratu Kalinyamat Penemuan Kerajaan Kalinyamat Ratu Kalinyamat