JEPARA — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung kembali digelar. Tahap III di tahun 2026 ini, difokuskan di Desa Kedungleper Kecamatan Bangsri.
Kegiatan dimulai pada Rabu (15/7) pagi tersebut, dibuka dengan tarian Kepodang dari MI Miftahul Huda Kedungleper.
Di samping itu, sebelum upacara pembukaan selesai, juga dipersembahkan tampilan Tarian Beksan Telaga Angsa dari MA Wahid Hasyim Bangsri. Termasuk tarian Nirmala dari MTs Mihtaful Huda Kedungleper.
Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi menyampaikan program ini akan berlangsung hingga 13 Agustus mendatang.
Menurutnya sasaran program kali ini meliputi program fisik dan non fisik.
Seperti betonisasi Jalan Usaha Tani (JUT) Desa Kedungleper sepanjang 253 meter lebar 3 meter tebal 0,12 meter bantuan dari APBD Provinsi. Serta jalan dengan panjang 700 meter, lebar 2,3 meter tebal 0,12 meter bantuan dari APBD Kabupaten.
"Rabat beton ada dua titik, secara keseluruhan panjangnya 953 meter," ungkapnya di sela-sela meninjau lokasi.
Di samping itu, juga pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) sejumlah tiga unit.
"Kemudian sasaran non fisik, ada penyuluhan, kegiatan donor darah, penyampaian wawasan kebangsaan dan lainnya," imbuhnya.
Dandim juga menyinggung Jepara akan didirikan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP). Hal tersebut ditujukan untuk membantu pemerintah daerah dalam hal ketahanan pangan.
"Ada sembilan kompi. Seperti kompi senapan, konstruksi, kesehatan, termasuk kompi peternakan hingga perikanan,” jelasnya.
Pihaknya menambahkan, jika keberadaan setiap kompi tersebut bisa berkolaborasi bersama masyarakat.
"Kodim 0719/Jepara membantu program strategis nasional. Kami berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pak Bupati juga sangat support dengan kegiatan kami," ujarnya.
Pada saat yang sama, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan TMMD menjadi wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa.
Selama 30 hari pelaksanaan, berbagai kegiatan fisik maupun nonfisik akan dikerjakan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
"Selama 30 hari ke depan, mulai hari ini 15 Juli hingga 13 Agustus 2026, Desa Kedungleper akan menjadi pusat gotong royong. Program ini lahir dari suara dan kebutuhan riil masyarakat melalui mekanisme bottom-up planning," sambungnya.
Menurutnya, sasaran utama pembangunan fisik tahun ini ialah pengecoran JUT, yang menjadi akses penting bagi aktivitas pertanian warga.
Pembangunan tersebut didanai melalui sinergi Bantuan Keuangan APBD Provinsi Jawa Tengah dan APBD Kabupaten Jepara, dengan nilai material pengecoran mencapai Rp 450 juta.
"Jalan usaha tani ini merupakan jalur logistik dan urat nadi perekonomian petani. Dengan akses yang lebih baik, hasil panen bisa diangkut lebih cepat dan biaya distribusi menjadi lebih murah. Kami berharap kesejahteraan petani akan meningkat," tandasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya