Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Fadli Zon Dukung Ukir Jepara Menuju Warisan Budaya Takbenda UNESCO

M. Khoirul Anwar • Sabtu, 11 Juli 2026 | 09:38 WIB
GEBRAKAN: Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendukung seni ukir Jepara menjadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO melalui peluncuran buku TATAH.
GEBRAKAN: Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendukung seni ukir Jepara menjadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO melalui peluncuran buku TATAH.

 

JAKARTA – Pemerintah Pusat memperkuat upaya menjadikan seni ukir Jepara sebagai pusat peradaban budaya dunia. Dukungan tersebut ditegaskan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat meluncurkan buku TATAH: Suluk, Sulur, dan Jepara – Rekonstruksi Jepara Melalui Seni Ukir di Museum Nasional Indonesia (MNI), Jumat (10/7/2026).

Pemerintah Pusat Kawal Pengakuan UNESCO

Peluncuran dan bedah buku di Ruang Teater MNI dihadiri Bupati Jepara Witiarso Utomo, perwakilan kementerian, akademisi, serta pegiat seni ukir.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan seni ukir Jepara merupakan warisan budaya yang memiliki nilai artistik tinggi sekaligus potensi besar bagi ekonomi kreatif Indonesia.

"Seni ukir Jepara bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merupakan pencapaian artistik yang tinggi sebagai ekspresi budaya Indonesia," ujarnya.

Fadli mengatakan pemerintah akan terus mengawal pengajuan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Kementerian Kebudayaan juga menyiapkan pelatihan bersama maestro ukir dan pengembangan sekolah lokakarya untuk menjaga regenerasi perajin.

"Buku ini menjadi ikhtiar intelektual untuk merekam perjalanan sejarah seni ukir Jepara sekaligus memperkuat upaya pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatannya," katanya.

Buku TATAH Perkuat Literasi Sejarah Ukir Jepara

Bupati Jepara Witiarso Utomo menyambut peluncuran buku tersebut sebagai langkah strategis memperkenalkan sejarah seni ukir kepada generasi muda.

Menurutnya, tantangan saat ini bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi memastikan seni ukir tetap relevan dengan perkembangan zaman sehingga diminati generasi muda.

"Kami berharap melalui buku ini anak-anak muda semakin memahami sejarah seni ukir Jepara sehingga tradisi ini terus hidup dan berkembang," ujar Witiarso.

Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap pameran TATAH yang telah menarik lebih dari 53 ribu pengunjung sejak dibuka pada April 2026 di Museum Nasional Indonesia.

Rekonstruksi Sejarah Lewat Seni Ukir

Salah satu penulis buku, Dr. Arif Akhyat, M.A., menjelaskan buku TATAH menawarkan perspektif baru dalam membaca sejarah Jepara melalui penelusuran artefak dan arsip yang selama ini belum banyak dikaji.

"Buku ini mengajak masyarakat melihat seni ukir sebagai bagian dari sejarah, budaya, dan identitas Jepara yang terus berkembang," jelasnya.

Direktur TATAH Veronica Rompies berharap peluncuran buku tersebut membuka ruang diskusi dan penelitian yang lebih luas, sekaligus meningkatkan perhatian terhadap para pengukir sebagai penjaga pengetahuan dan tradisi.

Pameran seni ukir TATAH di Museum Nasional Indonesia masih berlangsung hingga 2 Agustus 2026, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Jepara sebagai pusat seni ukir yang dikenal di tingkat internasional.

Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Pemkab Jepara diharapkan memperkuat pelestarian seni ukir sekaligus membuka jalan menuju pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, sehingga identitas budaya Jepara semakin dikenal dunia.

Editor : Admin
#TATAH Jepara #unesco #fadli zon #berita jepara #seni ukir jepara