JEPARA – Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) UIN Sunan Kudus yang menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Terintegrasi KKL di Rumah Pelayanan Sosial (RPS) Waluyotomo Jepara mengikuti kegiatan pemilahan sampah, Senin (7/7). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari edukasi pengelolaan sampah sekaligus upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan melibatkan Kepala RPS Waluyotomo Jepara, pegawai panti, penerima manfaat, mahasiswa PPL, serta menghadirkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara sebagai narasumber.
Kepala RPS Waluyotomo Jepara Sundarwati menyampaikan, pengelolaan sampah harus dimulai dari kesadaran bersama. Menurutnya, kebiasaan memilah sampah sejak dari sumber menjadi langkah sederhana yang berdampak besar terhadap kebersihan lingkungan.
Setelah pembukaan, Kepala DLH Kabupaten Jepara Rini Patmi memberikan edukasi mengenai pentingnya mengurangi, memilah, dan mengolah sampah dari sumbernya. Peserta kemudian mendapatkan pengarahan teknis sebelum melakukan praktik pemilahan sampah secara langsung.
Dalam praktik tersebut, mahasiswa bersama penerima manfaat dan pegawai RPS memilah berbagai jenis sampah anorganik, mulai dari botol plastik, tutup botol, sedotan, plastik berwarna hingga kardus bekas. Sampah yang telah dipilah selanjutnya dikumpulkan untuk disalurkan ke bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Rini Patmi menegaskan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat melalui aksi nyata dalam mengurangi dan memilah sampah.
"Saya berharap ada kerja sama, tindakan, dan aksi nyata untuk mengurangi, memilah, serta mengolah sampah dari sumber. Sampahmu adalah tanggung jawabmu. Ini penting untuk menjaga lingkungan, apalagi kondisi TPA Jepara saat ini sudah penuh," ujarnya.
Menurutnya, apabila dikelola dengan benar, sampah tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memiliki nilai manfaat secara ekonomi.
Sementara itu, Sundarwati mengatakan persoalan sampah menjadi tantangan yang dihadapi hampir seluruh daerah. Karena itu, RPS Waluyotomo berkomitmen mendukung program pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
"Harapannya lingkungan menjadi lebih sehat, panti semakin bersih, dan masyarakat memiliki kesadaran bahwa sampah bukan akhir, tetapi bisa menjadi rezeki jika dikelola dengan baik," katanya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa BKI UIN Sunan Kudus tidak hanya memperoleh pengalaman praktik di lapangan, tetapi juga belajar mengenai pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kolaborasi antara RPS Waluyotomo, DLH Kabupaten Jepara, dan mahasiswa diharapkan mampu mendorong budaya memilah sampah sejak dari sumber sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Editor : Admin