Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Menggali Bekas Kerajaan Kalinyamat Bagian I: Struktur Bangunan Semakin Jelas, Butuh Perhatian Serius 

Fikri Thoharudin • Selasa, 7 Juli 2026 | 17:26 WIB
MENJULANG: Pengasuh Ponpes Nailun Najah Assalafy Gus Mad serta Petinggi Desa Kriyan M. Khanafi mengajak menilik kondisi struktur bata kuno di Desa Kriyan yang tampak menghampar luas, serta masih terkubur, pada Selasa (7/7). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS) 
MENJULANG: Pengasuh Ponpes Nailun Najah Assalafy Gus Mad serta Petinggi Desa Kriyan M. Khanafi mengajak menilik kondisi struktur bata kuno di Desa Kriyan yang tampak menghampar luas, serta masih terkubur, pada Selasa (7/7). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS) 

JEPARA — Ribuan pasang bata kian tampak, muncul ke permukaan. Hal ini semakin gamblang, usai dilakukan pembersihan lahan di area yang terkenal sebagai situs Langgar Bubrah di Desa Kriyan.

Berbeda dengan bata pada umumnya, selain disusun tanpa semen perekat, bata tersebut juga berukuran jumbo. Jauh lebih besar dan panjang, ketimbang bata yang jamak diproduksi saat ini. Sekitar tiga kali lipat, lebih besar.

Tak mungkin tidak, pasangan bata merah ini bagian dari benda bersejarah. Kuno. Bernilai dan menyiratkan satu peradaban di masa lampau. 

Di lokasi ini, sebelumnya juga menjadi titik ditemukannya panel atau ornamen dengan ukiran dua sisi.

Baca Juga: Jepara Bangun SLB Baru di Jepara Selatan, Siap Tampung 900 Siswa Berkebutuhan Khusus Mulai 2027

Bermotif sulur-suluran dan diduga Kalabhairawa serta Apsara yang sedang berdendang. Namun, motif yang belakangan telah mengalami kerusakan pada bagian wajahnya.

Pengasuh Ponpes Nailun Najah Assalafy Kriyan Muhammad atau yang akrab disapa Gus Mad mengajak untuk menilik kondisi di lokasi.

Tak sendiri, Petinggi Desa Kriyan M. Khanafi beserta sejumlah warga juga ikut. Menelusuri jejak-jejak kehidupan dan peradaban di masa lampau tersebut.

TERLIHAT JELAS: Warga Desa Kriyan, Fajar, tengah menunjukkan kondisi struktur bangunan kuno pada Selasa (7/7).
TERLIHAT JELAS: Warga Desa Kriyan, Fajar, tengah menunjukkan kondisi struktur bangunan kuno pada Selasa (7/7).

Sejumlah dugaan pun muncul. Pasalnya, struktur bata tak hanya satu ataupun dua meter, melainkan puluhan meter. Sambung menyambung menjadi satu.

Semula Gus Mad mengira bata yang masih terpendam di kawasan tersebut hanya pondasi. Namun setelah dilakukan pembersihan oleh pemilik lahan, tinggi orang dewasa tak cukup untuk mengukur tumpukan bata tersebut.

“Kalau ini kemungkinan besar ya bukan struktur bangunan bawah, tapi struktur bangunan atas (tembok, red),” ungkapnya, di sela-sela peninjauan lokasi, pada Selasa (7/7).

Sebelumnya, setelah ramai pemberitaan mengenai temuan ornamen dua sisi, BPK Jawa Tengah serta Disparbud Jepara, telah turun ke lapangan. Mengecek area yang menjadi lokasi penemuan batu medalion di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan pada Kamis (11/6).

Tak hanya itu, pegiat sejarah dan budaya setempat juga telah mengirim surat penemuan objek diduga cagar budaya (ODCB) kepada Bupati Jepara, pada Senin (22/6).

Gus Mad berharap, agar dapat segera dilakukan kajian secara mendalam mengenai lokasi tersebut.

Tak hanya situs di Langgar Bubrah tersebut, namun juga ada situs Gunung Mas maupun Siti Hinggil yang berada tak jauh di lokasi.

Meskipun demikian, saat ini di area sekitar lokasi ini sudah padat penduduk. Bahkan beberapa benda ODCB masih berada di dalam petak-petak rumah warga. 

Untuk itu, dibutuhkan perhatian yang lebih serius dari pemerintah terkait. Untuk dapat dilakukan upaya penyelamatan mengenai benda ODCB, yang berserakan dan tersebar di Desa Kriyan.

“Ratu Kalinyamat sudah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2023 lalu. Selama ini, perhatian (penelitian, red) masih banyak dilakukan di Mantingan (Masjid dan Makam Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat, red). Padahal di Kriyan ini malah diriwayatkan sebagai lokasi berdirinya Kerajaan Kalinyamat,” jelasnya.

BATA KUNO: Kondisi struktur bata yang masih terkubur memiliki ukuran berbeda, jauh lebih besar dari bata produksi zaman modern.
BATA KUNO: Kondisi struktur bata yang masih terkubur memiliki ukuran berbeda, jauh lebih besar dari bata produksi zaman modern.

Untuk itu, Gus Mad menilai, perlu upaya tindak lanjut atas Keputusan Presiden nomor 115-TK-TH-2023 yang disahkan pada 6 November 2023 tersebut. 

“Saya kira perlu ada kajian mendalam, untuk memastikan, di mana sebenarnya letak dan bekas Kerajaan Kalinyamat yang sebenarnya. Bukti fisik seperti ini, sudah menghampar jelas,” imbuhnya, sembari menunjuk bentangan kawasan yang dipenuhi struktur bata kuno.

Sementara itu, pada saat yang sama, Petinggi Desa Kriyan M. Khanafi juga menilai perlu duduk bersama dengan sejarawan, peneliti maupun arkeolog. Untuk memecahkan misteri seputar temuan dan hamparan struktur bata itu.

Menurutnya, hal tersebut merupakan kekayaan tidak hanya bagi Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan tapi juga bagi Kabupaten Jepara secara umum.

Khanafi juga menyebut, situs Siti Hinggil sendiri telah ditetapkan sebagai objek warisan budaya dan cagar budaya Kabupaten Jepara pada 2018. 

Namun hingga kini, status tersebut belum diperkuat dengan kajian dan pembedahan yang mendalam.

“Situs-situs ini berdekatan. Siti Hinggil sendiri ditetapkan sebagai objek warisan budaya pada 15 Oktober 2018 lalu, berdasarkan Keputusan Bupati Jepara nomor 430/410 tahun 2018,” sebutnya.

Saat itu, lanjut Khanafi, Siti Hinggil ditetapkan sebagai warisan dan cagar budaya beserta 36 objek lain di Kabupaten Jepara.

Seperti bersamaan dengan Pabrik Keramik Mayong, Benteng VOC, Gong Senin, Kamar Pingit Kartini, Tugu Ari-ari Kartini di Mayong, ataupun Pendopo Kabupaten.

“Harapan kami memang ada perhatian lebih. Ini menjadi satu warisan dan identitas bagi Jepara. Bahkan kalau membicarakan Ratu Kalinyamat, ini menyangkut wajah Jepara di mata dunia,” pungkasnya.(fik) 

Editor : Mahendra Aditya
#Kerajaan Kalinyamat #Melawan Portugis #Peninggalan bersejarah di Jepara #Ratu Kalinyamat #pahlawan nasional