Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Stupa Project Launching Imaginazine Vol. I, Soroti Hak-hak Buruh di Jepara

Fikri Thoharudin • Minggu, 5 Juli 2026 | 17:33 WIB
PROGRESIF: Sejumlah komunitas dan kolektif turut meramaikan acara launching Imajinazine Vol. I pada Sabtu (4/7). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS) 
PROGRESIF: Sejumlah komunitas dan kolektif turut meramaikan acara launching Imajinazine Vol. I pada Sabtu (4/7). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS) 

JEPARA — Muda dan berkarya. Komunitas kreatif serta sejumlah kolektif di Jepara kumpul bareng. Unjuk karya dan seni.

Pada saat yang sama, Stupa Project melaunching Imaginazine Vol. I sebagai ruang kolaborasi anak muda, yang mengangkat berbagai isu sosial di Jepara. 

Kegiatan dikemas dengan konsep santai. Digelar di depan Murica Coffee, Jalan Pemuda, Jepara, Sabtu (4/7) malam.

Mengusung tema 'Mikul Duwur Mendem Ayo', agenda perdana ini menyoroti persoalan hak-hak buruh.

Terutama iklim perburuhan di Jepara, melemahnya nilai tukar rupiah, hingga berbagai kebijakan yang dinilai belum mampu menjawab persoalan masyarakat kelas bawah.

Pegiat seni dalam Stupa Project, Rere, menyampaikan kegiatan dimulai pukul 19.00, dengan pemutaran dan diskusi dua film pendek. 

‘Film Warna’ mengangkat persoalan pencemaran lingkungan. Sedangkan ‘Ya Kayuku Ya kayumu’ menyoroti persaingan tidak sehat di antara pelaku industri mebel di Jepara. 

Selain pemutaran film, acara juga diramaikan dengan video mapping dari AODH, live mural, layanan cukur rambut bayar seikhlasnya, penampilan DJ, stand up comedy, serta berbagai aktivitas kreatif lainnya. 

Rangkaian kegiatan dikemas agar isu-isu yang diangkat lebih mudah diterima masyarakat, khususnya kalangan muda.

"Ini menjadi ruang bersama untuk bertemu, berdiskusi, dan berkolaborasi melalui berbagai medium kreatif," ungkapnya.

Seusai pemutaran film, panitia memperkenalkan Imaginazine, sebuah zine yang menjadi produk kolektif Stupa Project. 

Zine tersebut diharapkan menjadi media alternatif untuk menyampaikan gagasan, kritik sosial, sekaligus mendokumentasikan berbagai isu lokal di Jepara.

Rere menyebut, agenda ini bertujuan menumbuhkan kesadaran sosial, terhadap kondisi sosial yang sedang dihadapi masyarakat. 

Menurutnya, pelemahan rupiah dan tekanan ekonomi membuat banyak buruh semakin terhimpit. Imbas kebutuhan pokok terus meningkat, sementara kesejahteraan belum ikut membaik.

"Situasi ini tidak bisa hanya didiamkan. Kami ingin membuka ruang diskusi agar masyarakat bersama-sama merumuskan perubahan. Menuju kondisi ekonomi yang lebih baik dengan upah yang layak bagi para pekerja," ucapnya.

Ia menambahkan, penyampaian isu-isu tersebut sengaja dikemas dengan pendekatan yang menyenangkan.

Agenda pada Sabtu (4/7) malam tersebut menjadi permulaan. Stupa Project berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin yang digelar setiap Sabtu Pahing.

Mengaktivasi ruang, membuka tempat kolaborasi lintas komunitas. Mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang berangkat dari persoalan nyata di Jepara.

“Acara mengena, seru. Ini menjadi ruang pertemuan bagi pemuda di Jepara,” tanggap salah satu pengunjung, Amin, merespon kegiatan.(fik) 

Editor : Mahendra Aditya
#Imaginazine #Stupa Project #Kolektif Jepara #Pemuda berkarya #komunitas kreatif