Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Organda Jepara Dorong Trans Jateng Jekuti Beroperasi 2027, Minta Feeder Segera Disiapkan

Fikri Thoharudin • Sabtu, 4 Juli 2026 | 17:07 WIB
MENUNGGU TEREALISASI: Kondisi lalu lintas di JALAN Provinsi Jawa Tengah di ruas Mlonggo-Jepara tampak padat. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS) 
MENUNGGU TEREALISASI: Kondisi lalu lintas di JALAN Provinsi Jawa Tengah di ruas Mlonggo-Jepara tampak padat. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS) 

JEPARA — Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Jepara Mochammad Iqbal Tosin menilai, keberhasilan rencana pengoperasian layanan Trans Jateng koridor Jepara-Kudus-Pati (Jekuti) tidak cukup hanya mengandalkan armada bus utama. 

Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyiapkan sistem angkutan pengumpan (feeder). Agar masyarakat lebih mudah menjangkau halte Trans Jateng.

Iqbal menjelaskan keberadaan feeder dapat dioptimalkan, melalui rerouting atau penataan ulang trayek angkutan desa (angkudes) maupun angkutan kota (angkot) yang sudah ada. 

Dengan demikian, angkutan tersebut tidak bersaing dengan Trans Jateng, melainkan menjadi penghubung penumpang dari kawasan permukiman menuju halte BRT.

"Pemda bisa melakukan rerouting. Angkutan desa dan angkot yang ada dibuat rute baru sebagai feeder sehingga saling mendukung," tuturnya.

Ia berharap realisasi operasional Trans Jateng aglomerasi Jekuti dapat dipercepat. 

Jika sebelumnya ditargetkan beroperasi pada 2028, Organda mendorong agar pelaksanaannya bisa dimulai pada 2027 sesuai harapan Bupati Jepara.

Dorongan percepatan tersebut dinilai sejalan dengan kondisi transportasi di wilayah Jekuti. 

Berdasarkan hasil kajian, pertumbuhan kendaraan bermotor di kawasan Jepara, Kudus, dan Pati selama periode 2020–2024 rata-rata mencapai 4,28 persen per tahun. 

Sementara itu, angka kecelakaan lalu lintas meningkat sekitar 1,18 persen, sedangkan jumlah angkutan umum justru mengalami penurunan hingga 15 persen.

Hasil analisis juga menunjukkan koridor potensial Trans Jateng di Jepara meliputi Welahan, Mayong, Pecangaan, Kalinyamatan, Tahunan hingga Jepara. 

Di Kabupaten Kudus mencakup Kaliwungu, Kota Kudus, Jati, Jekulo, Bae, dan Gebog. Sedangkan di Kabupaten Pati melayani rute Juwana, Kota Pati hingga Margorejo.

Kajian tersebut mencatat, pergerakan masyarakat dari Jepara menuju Kudus mencapai 3.288.478 orang per tahun. 

Adapun perjalanan dari Pati menuju Kudus mencapai 3.126.390 orang per tahun. Mayoritas perjalanan dilakukan untuk bekerja, yakni sebesar 56 persen.

Di sisi lain, penggunaan sepeda motor masih mendominasi moda transportasi dengan porsi mencapai 74 persen. 

Sebagian besar responden juga menilai kualitas layanan angkutan umum saat ini masih tergolong buruk.

Meski demikian, minat masyarakat terhadap layanan Trans Jateng cukup tinggi, terutama dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang mencapai 35 persen, disusul buruh sebesar 25 persen. 

Sementara kelompok yang masih kurang tertarik menggunakan BRT didominasi pedagang, sekitar 30 persen, karena menilai layanan tersebut belum cukup efisien untuk mendukung aktivitas usaha mereka.(fik) 

Editor : Mahendra Aditya
#buruh jepara #BRT Jepara #Lalu lintas Jepara #Aglomerasi Jekuti #brt trans jateng