Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Mahasiswa Prodi DKV Unisnu Pamerkan 32 Karya Ilustrasi dalam Satwulan 

Fikri Thoharudin • Selasa, 30 Juni 2026 | 17:13 WIB
KREASI: Para pengunjung tengah menikik setiap stand mahasiswa yang ikut berpameran. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
KREASI: Para pengunjung tengah menikik setiap stand mahasiswa yang ikut berpameran. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, kembali unjuk karya. Menggelar pameran Satwulan. 

Sebanyak 32 karya tugas akhir dipamerkan dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Senin (29/6) hingga Rabu (1/7), di halaman Fakultas Komunikasi dan Desain (FKD) Unisnu Jepara.

Pameran ini, menjadi puncak perjalanan akademik mahasiswa tingkat akhir DKV. 

Tak hanya menghadirkan karya ilustrasi, pengunjung juga disuguhkan beragam hasil perancangan seperti desain komunikasi visual, fotografi, videografi, game, aplikasi digital, hingga berbagai konsep promosi dan branding.

Rangkaian acara dikemas meriah. Hari pertama diisi dengan gelar karya, bazar UMKM, workshop DKV, live sketch, live music, dan street photography

Hari kedua dilanjutkan kirab seni serta sesi tinjauan karya, sedangkan hari terakhir ditutup dengan parade band dan inagurasi mahasiswa. 

Sejumlah penampilan spesial seperti musik keroncong, teater, dan pertunjukan musik turut memeriahkan pameran.

Ketua Program Studi DKV Unisnu Jepara, Tristan Alfian, mengatakan seluruh karya merupakan hasil perancangan dari 32 mahasiswa, yang masing-masing mengangkat satu judul proyek sebagai solusi atas persoalan nyata di masyarakat.

"Satwulan mengusung semangat berkarya melebihi batas. Ini ialah karya terakhir mahasiswa sebelum lulus, sehingga mereka kami dorong untuk melampaui batas kemampuan dirinya dalam berkarya," ujarnya, pada Selasa (30/6).

Menurut Tristan, karya-karya tersebut lahir melalui proses riset, analisis, hingga perancangan solusi. 

BERTAMBAH MAJU: Rektor Unisnu Jepara Abdul Djamil melakukan prosesi potong pita pada Selasa (30/6).
BERTAMBAH MAJU: Rektor Unisnu Jepara Abdul Djamil melakukan prosesi potong pita pada Selasa (30/6).

Sebagian besar mengangkat potensi lokal Jepara, mulai dari promosi wisata, pengembangan desa wisata, perancangan maupun merchandise. Sehingga pembuatan konten digital yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi kreatif daerah.

"Mahasiswa tidak sekadar membuat desain, tetapi melakukan problem solving terhadap persoalan masyarakat. Kami banyak berbicara soal promosi dan bagaimana DKV dapat membantu meningkatkan daya saing Jepara," tambahnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Jepara dapat melihat potensi besar yang dimiliki DKV, sebagai mitra pembangunan ekonomi kreatif.

Dukungan berupa beasiswa maupun kemitraan industri dinilai penting, agar mahasiswa semakin berkembang.

"Prodi DKV memiliki konsen terhadap kemajuan ekonomi Jepara. Kami berharap ada dukungan, baik melalui beasiswa maupun kolaborasi dengan dunia industri," ucapnya.

Sejak berdiri pada 2013, Prodi DKV Unisnu telah meluluskan sekitar 500 alumni. Berdasarkan tracer study terbaru, sekitar 90 persen lulusan telah terserap di dunia kerja maupun membuka studio kreatif secara mandiri.

"Semua industri membutuhkan DKV. Di era digital sekarang, hampir seluruh sektor membutuhkan kemampuan desain komunikasi visual. Karena itu DKV menjadi salah satu profesi yang sangat dibutuhkan saat ini maupun di masa depan," jelasnya.

Ia menambahkan, proses belajar mahasiswa tidak berhenti di ruang kuliah, tetapi harus hadir di tengah masyarakat untuk menggerakkan ekonomi, memperkuat identitas daerah, serta membaca kebutuhan masa depan.

"Kami ingin ketika produk Jepara tampil di luar negeri, orang tidak hanya mengagumi produknya, tetapi juga identitas visual, kemasan, dan branding yang dibangun. Kami berharap dari sini lahir studio-studio kreatif baru, animator, ilustrator, creative director, hingga pendamping industri mebel dan furnitur Jepara yang mampu menciptakan lapangan kerja baru," jelasnya.

Pada saat yang sama, Rektor Unisnu Jepara Abdul Djamil mengapresiasi penyelenggaraan Satwulan.

Hal itu menjadi ruang bagi mahasiswa, untuk menunjukkan hasil pembelajaran kepada masyarakat.

"Silakan terus berkarya. Ini adalah wahana akademik untuk menunjukkan kemampuan mahasiswa kepada masyarakat. Kami juga terus meningkatkan kualitas akademik melalui penguatan akreditasi, mendorong dosen melanjutkan studi S3, serta memperbanyak guru besar agar kualitas Unisnu semakin meningkat," pungkasnya.(fik) 

Editor : Mahendra Aditya
#Satwulan #Prodi DKV #Desain ilustrasi #Industri kreatif Jepara #unisnu