Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sekolah Rakyat Terpadu Jepara Hampir Rampung, Siap Tampung 270 Siswa Tahun Ajaran Baru

Fikri Thoharudin • Rabu, 24 Juni 2026 | 17:08 WIB
LUAS: Proses pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terpadu di area Bumi Perkemahan Pakis Aji. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
LUAS: Proses pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terpadu di area Bumi Perkemahan Pakis Aji. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) Kabupaten Jepara terus dikebut, menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. 

Progres pembangunan saat ini, disebut telah mencapai sekitar 80 persen. Ditargetkan dapat digunakan pada awal Juli 2026.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa (Dinsospermades) Kabupaten Jepara, Muh Ali, mengatakan bangunan sekolah memang belum rampung sepenuhnya. 

Baca Juga: Perempuan Atlet Disabilitas di Jepara Diduga Alami Pemerkosaan, Begini Kronologisnya 

Namun, ruang-ruang yang akan digunakan peserta didik baru ditargetkan sudah dapat dimanfaatkan. Untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru.

“Bangunan memang belum jadi seluruhnya, tetapi untuk ruangan anak-anak baru ditargetkan sudah bisa digunakan pada awal Juli,” ungkapnya.

Muh Ali menjelaskan, proses penerimaan peserta didik dilakukan melalui mekanisme penyaringan oleh Kementerian Sosial. 

Penentuan calon siswa, didasarkan pada data kesejahteraan masyarakat yang masuk kategori desil sasaran program.

Screening dari Kemensos. Penyaringan berdasarkan desil. Kami di daerah sifatnya top-down, mengikuti jadwal dan ketentuan dari pusat,” ucapnya.

Untuk masing-masing jenjang, dari SD, SMP dan SMA, kuota yang disediakan sebanyak 90 siswa. 

Tingginya minat masyarakat membuat persaingan masuk cukup ketat. 

Berdasarkan data yang telah masuk, peminat jenjang SMP mencapai 167 calon siswa, sedangkan pendaftar tingkat SMA tercatat sebanyak 107 orang.

Sementara itu, Muh Ali menyebut, pemenuhan kuota pada jenjang SD masih belum maksimal. 

Hingga Jumat (19/6), jumlah calon siswa yang terdata baru mencapai 53 anak, sedangkan kuota yang disediakan sebanyak 90 siswa.

Namun, di samping itu, Dinsospermasdes Jepara telah menerima daftar calon peserta didik dari Kemensos. Untuk kemudian dilakukan asesmen di tingkat daerah. 

Hasil asesmen tersebut, akan menjadi dasar penetapan siswa yang berhak diterima.

Pemerintah Kabupaten Jepara berencana melakukan langkah-langkah lanjutan. Untuk memenuhi kekurangan peserta didik jenjang SD, agar seluruh kuota yang tersedia dapat terisi sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Ia menegaskan, pemerintah menyediakan kuota sebanyak 270 peserta didik baru di SRT, terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. 

Jumlah tersebut belum termasuk 75 siswa Sekolah Rakyat Daerah (SRD) tingkat SD. Yang sampai saat ini masih mengikuti kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat percepatan, di Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan.

Muh Ali menyampaikan, keberadaan Sekolah Rakyat Terpadu, dapat memperluas akses pendidikan bagi anak usia sekolah.

Khususnya dari keluarga kurang mampu atau pra sejahtera. Sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah, dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Di samping itu, lanjut Muh Ali, pendidikan menjadi salah satu bagian dari investasi.

Khususnya terhadap peningkatan sumber daya manusia, bagi generasi penerus bangsa.(fik) 

Editor : Mahendra Aditya
#Sekolah Rakyat Terpadu Jepara #SRT Jepara 2026 #pendidikan gratis Jepara #siswa keluarga kurang mampu #kemensos