Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Trans Jateng Jekuti Tinggal Selangkah Lagi, Libatkan Organda Masing-masing Daerah

Fikri Thoharudin • Rabu, 24 Juni 2026 | 14:47 WIB
TERPARKIR: Bus di Terminal Jepara tengah menunggu kedatangan penumpang. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
TERPARKIR: Bus di Terminal Jepara tengah menunggu kedatangan penumpang. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS) 

JEPARA — Bus Trans Jateng yang akan menghubungkan sejumlah daerah, khususnya di Kawasan Muria di depan mata. Proses realisasi tinggal selangkah lagi.

Pemerintah Kabupaten Jepara, kian mematangkan rencana pengoperasian angkutan aglomerasi Jepara-Kudus-Pati (Jekuti).

Bupati Jepara berharap, hal tersebut dapat direalisasikan dalam waktu dekat, pada tahun depan. 

Pada Rabu (24/5), Bupati Jepara bersama Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah melakukan audiensi di Ruang Kerja Bupati Witiarso Utomo. 

LENGANG: Kondisi Terminal Bus Pecangaan tampak sepi dari kendaraan. Terminal ini digadang-gadang sebagai titik pemberhentian BRT Jekuti.
LENGANG: Kondisi Terminal Bus Pecangaan tampak sepi dari kendaraan. Terminal ini digadang-gadang sebagai salah satu titik pemberhentian BRT Jekuti.

Pertemuan tersebut juga dihadiri jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara, pengurus Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Tengah, serta perwakilan Organda Jepara, Kudus, dan Pati.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara Deni Hendarko mengatakan, pertemuan tersebut masih berupa sosialisasi awal terkait rencana pengoperasian Jekuti. 

Setelah itu, akan ada tahapan lanjutan secara berurutan. Termasuk penyusunan kajian teknis yang lebih mendalam.

“Ini baru sosialisasi awal Jekuti. Nanti ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan berikutnya. Secara detail masih ada kajian teknis lagi," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Organda Kabupaten Jepara Mochammad Iqbal Tosin menjelaskan, pihaknya turut dilibatkan dalam rangkaian program. 

Menurut Iqbal, sebagaimana Kepala Dishub Provinsi Jawa Tengah, tahapan berikutnya akan mengarah pada penyusunan perjanjian kerja sama (PKS). Khususnya antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Pemerintah Kabupaten Jepara.

“Program ini bagus untuk masyarakat. Kami dari Organda mendukung penuh karena akan memberikan alternatif transportasi yang terjangkau dan nyaman,” sambungnya.

Ia menyebutkan, tarif Jekuti direncanakan sebesar Rp 5.000 untuk penumpang umum. 

Sementara itu, kelompok tertentu seperti lansia, pelajar, mahasiswa, veteran, dan penyandang disabilitas akan mendapatkan tarif khusus sebesar Rp 1.000.

Mengenai trase layanan, Iqbal mengatakan hingga saat ini masih menunggu hasil studi lanjutan, yang dijadwalkan selesai bulan depan dalam bentuk master plan. 

Studi kelayakan atau feasibility study (FS) yang telah ada sebelumnya baru mencakup satu koridor dengan sebutan Jekuti.

Menurutnya, Organda Jawa Tengah bersama Organda Jepara, Kudus, dan Pati mengusulkan pengembangan menjadi dua koridor yang saling terhubung dengan pusat kota. 

Dua koridor yang diusulkan yakni rute Jepara–Kudus dan Kudus–Pati.

“FS yang ada baru satu, koridor dari Terminal Pecangaan. Kami mengusulkan dua koridor yang bisa nyambung ke Jepara Kota. Kini Terminal Jepara juga diupayakan menjadi terminal tipe A,” jelasnya.

Setiap koridor diperkirakan memiliki panjang sekitar 40 kilometer, dengan batas maksimal layanan hingga 50 kilometer. 

Pada tahap awal, satu koridor direncanakan dilayani 14 unit armada. 

Jika dua koridor disetujui, maka total armada yang dibutuhkan sekitar 28 unit.

Setiap armada, mampu mengangkut 40 penumpang. Terdiri atas 20 penumpang duduk dan 20 penumpang berdiri. 

Iqbal melanjutkan, dengan kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat beralih.

Dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum, sehingga membantu mengurangi kepadatan lalu lintas. 

Untuk operasional sendiri, Jekuti dirancang memiliki waktu tunggu antarkedatangan armada sekitar 15 hingga 20 menit. 

Namun, pada jam-jam sibuk seperti di saat pagi hari, layanan dapat dimulai pukul 05.00 WIB.

Dengan keberangkatan setiap lima menit, agar tetap mampu menjangkau pekerja pabrik yang beraktivitas sejak dini hari.

“Kalau okupansinya meningkat, nantinya bisa diajukan penambahan unit armada. Sistemnya tetap menyesuaikan kebutuhan masyarakat,” tandasnya.(fik) 

Editor : Ali Mustofa
#BRT Karimunjawa #Jekuti #Aglomerasi angkutan umum #dishub #organda