Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hujan Semalaman, Tujuh Titik Longsor Terjang Keling Jepara, BPBD Waspadai Ancaman Susulan

Fikri Thoharudin • Selasa, 23 Juni 2026 | 19:27 WIB
MINOR: Kondisi tutupan longsor di Jalan Damarwulan-Tempur pada Selasa (23/6). (BPBD JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)
MINOR: Kondisi tutupan longsor di Jalan Damarwulan-Tempur pada Selasa (23/6). (BPBD JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)

JEPARA — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Keling, sejak Senin malam hingga Selasa (22-23/6) memicu tujuh titik tanah longsor. 

Tujuh titik longsoran tersebut tersebar di Desa Klepu dan Desa Damarwulan, Kecamatan Keling.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jepara Moh Ali Wibowo mengatakan, longsoran terjadi di satu titik di Desa Klepu dan enam titik di Desa Damarwulan. 

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Dampak dari hujan semalam, ada tujuh titik longsoran. Satu di Desa Klepu, Dukuh Kauman RT 14 RW 1, dan enam titik lainnya berada di Desa Damarwulan,” ujarnya, pada Selasa (23/6) petang. 

Ia menjelaskan, longsoran di Dukuh Kauman, Desa Klepu, terjadi pada tebing di sekitar permukiman warga. 

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Jepara bersama relawan dan unsur Forkopimcam menyalurkan bantuan, berupa terpal serta kantong geobag untuk memperkuat area terdampak.

Selain bantuan material, pihaknya juga mendorong masyarakat setempat mengedepankan gotong royong, dengan membuat trucuk atau penahan sederhana guna mengurangi risiko longsor susulan. 

“Kami berharap ada kearifan lokal di Klepu, masyarakat bisa bergotong royong membuat trucuk untuk penahanan,” katanya.

Sementara itu, enam titik longsoran di Desa Damarwulan tersebar di beberapa dukuh. 

Salah satunya berada di Dukuh Medono RT 3 RW 3 yang mengakibatkan tebing di samping rumah warga yang longsor, hingga merusak kamar mandi. 

BPBD telah menyalurkan bantuan kedaruratan berupa terpal, logistik pangan untuk warga yang melakukan kerja bakti, serta geobag.

Longsoran lainnya terjadi di Dukuh Dodol RT 11 RW 3. Walaupun sempat terdampak material longsor, akses kendaraan di lokasi tersebut masih dapat dilalui dengan aman. 

Bantuan yang diberikan hampir sama dengan penanganan di Dukuh Medono.

Di Dukuh Kajang, Desa Damarwulan-Tempur, longsor kembali terjadi di lokasi yang sebelumnya juga terdampak bencana pada awal tahun ini. 

Namun, kondisi longsoran kali ini dinilai lebih kecil. 

Hasil asesmen BPBD bersama pemerintah desa menyepakati pembersihan material longsor menggunakan alat berat, yang dijadwalkan mulai dilakukan pada Rabu (24/6). 

Meski demikian, akses jalan di lokasi masih terbuka. Masyarakat masih dapat melintasi jalur utama tersebut.

Ali menyebutkan beberapa titik longsoran lain juga berada di sekitar permukiman warga, di antaranya pada RT 11 RW 3 dan RT 8 RW 3 Desa Damarwulan. 

Seluruh kejadian tersebut dikategorikan sebagai longsor minor, dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Meski demikian, BPBD Jepara mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. 

Pasalnya, kondisi tebing di sejumlah lokasi masih sangat rawan. Dengan keberadaan batu-batu berukuran besar, yang menggantung pada ketinggian lebih dari 100 meter.

“Masih banyak batu besar yang menggantung di atas tebing. Sangat riskan apabila kembali terguyur hujan deras. Insyaallah penanganan darurat di seluruh titik bisa selesai pada Rabu besok,” pungkasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#keling longsor #relawan desa tangguh bencana #longsor jepara #pegunungan muria #bpbd jepara