JEPARA — Hujan semalaman, yang mengguyur wilayah Kecamatan Keling pada Senin-Selasa (22-23/6), memicu sedikitnya lima titik tanah longsor.
Longsoran terjadi di wilayah Desa Klepu dan Desa Damarwulan, Kecamatan Keling.
Sejumlah tebing di sekitar permukiman warga, hingga akses jalan penghubung menuju Tempur mengalami longsor dengan kategori ringan hingga sedang.
Satu titik longsor terjadi di Desa Klepu tepatnya di rumah milik Panuri, warga RT 14 RW 01 Dukuh Kauman.
Tebing yang berada di sekitar rumah mengalami longsor, dengan lebar sekitar 3 hingga 5 meter, tinggi mencapai 10 meter, dan kemiringan sekitar 75 derajat.
Selain itu, longsor juga terjadi di samping rumah milik Suwanto, warga RT 03 RW 03 Dukuh Medono, Desa Damarwulan.
Lokasi ini sedang dalam proses asesmen lanjutan, untuk mengetahui tingkat kerusakan dan potensi ancaman susulan.
Dua titik longsor lainnya dilaporkan berada di wilayah Dukuh Dodol, Desa Damarwulan.
Kedua kejadian tersebut, dikategorikan sebagai longsor ringan hingga sedang.
Sementara itu, satu titik longsor lainnya berada di jalur penghubung Damarwulan–Tempur, tepatnya di Dukuh Kajang.
Material tanah kembali turun di lokasi yang sebelumnya pernah mengalami longsor.
Berpotensi mengganggu akses transportasi masyarakat menuju kawasan Tempur.
Kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi sejak Senin-Selasa, menjadi pemicu utama terjadinya longsor di sejumlah titik tersebut.
Tim Reaksi Cepat (TRC) dari BPBD Jepara juga telah diterjunkan. Untuk mempercepat penanganan dan langkah mitigasi di wilayah rawan longsor.
Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jepara Moh Ali Wibowo menyebutkan personil BPBD telah turun ke lokasi.
Warga yang tinggal di sekitar tebing dan lereng perbukitan, diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan. Terlebih potensi longsor susulan masih dapat terjadi, apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur kawasan Keling dan sekitarnya.
"Masih proses pembersihan," ringkasnya.(fik)
Editor : Admin