Pemilik Wisata Udara Yoga di Desa Ngabul Kecamatan Tahunan ini, konsisten berbagi ratusan paket makanan ringan.
Hal itu ditujukan untuk kegiatan tahlilan bagi jama'ah, di sejumlah musala setiap Kamis malam Jumat.
Bahkan selain itu, ia juga membangun musala hingga jalan lingkungan dengan biaya pribadi.
Kini, Komang juga tengah berencana untuk membangun pondok pesantren di Desa Geneng, Kecamatan Batealit.
Salah satu karyawan Komang, Omen, mengatakan, kegiatan berbagi snack atau makanan ringan tersebut, telah dilakukan sejak lama dan menjadi agenda rutin setiap pekan.
Seperti pada Kamis (18/6), sedikitnya 260 paket snack dibagikan kepada jamaah di sejumlah musala.
"Sudah sejak dulu, berjalan empat tahunan ini. Setiap Kamis malam Jumat, selalu ada pembagian snack di musala,” sebutnya.
Menurutnya, kepedulian Komang tidak hanya sebatas menyediakan konsumsi bagi masyarakat.
Pengusaha tersebut juga membangun jalan lingkungan, merenovasi dan mendirikan musala, hingga terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan. Dengan menggunakan dana pribadi.
Putra Komang, Aldi Gunawan (24), mengatakan keluarganya berharap diberikan kelancaran rezeki. Agar dapat terus berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga berharap seluruh anggota keluarga diberikan kesehatan dan umur panjang, sehingga dapat mempertahankan tradisi berbagi yang telah berjalan selama ini.
"Harapan kami diberikan rezeki yang lancar. Supaya dapat lebih banyak berbagi,” ucapnya.
Kedermawanan Komang turut dirasakan warga RT 17/RW 3 Desa Geneng, Kecamatan Batealit.
Tokoh masyarakat setempat, Kiai Khasbullah, mengaku memiliki kesan mendalam. Utamanya terhadap sosok pengusaha tersebut, yang dinilainya amat dermawan dan dekat dengan masyarakat.
Ia menuturkan, Komang membangun kembali Mushola Raudhatul Hidayah secara total, menggunakan dana pribadi.
Renovasi dilakukan karena kondisi bangunan sebelumnya dinilai memprihatinkan.
Pembangunan musala itu rampung pada tahun 2017. Kini menjadi salah satu musala termegah di kawasan tersebut.
"Memang murni uang mas Komang semua. Dulu kondisi musala memprihatinkan, kemudian direnovasi total sampai berdiri megah seperti sekarang. Banyak orang mengira bangunan ini masjid karena besar dan bagus," ungkapnya.
Musala tersebut kini dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keagamaan. Mulai dari pengajian fikih, tasawuf, hingga tafsir yang diikuti anak-anak, ibu-ibu maupun bapak-bapak.
Warga pun mengaku merasakan manfaat besar atas keberadaan musala tersebut.
Menurut Kiai Khasbullah, sosok Komang juga dikenal memiliki hubungan baik dengan masyarakat.
Bahkan saat hendak berangkat menunaikan ibadah umrah, warga menggelar doa bersama sebagai bentuk penghormatan. Serta sebagai wujud dan rasa terima kasih, atas berbagai bantuan yang telah diberikan.
"Jasa mas Komang bagi warga RT 17/RW 3 cukup besar. Semoga keluarga beliau selalu mendapat keberkahan. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan selama ini. Jasa mas Komang tidak akan saya lupakan sampai kapan pun," tuturnya.
Komang Aryes Huber Sebastian sendiri mengaku, hanya berharap diberikan kesehatan. Agar tetap dapat bekerja dan memperoleh rezeki yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Ia bahkan memiliki nazar untuk membangun pondok pesantren di kompleks Mushola Raudhatul Hidayah. Untuk itu ia memohon kepada Sang Pencipta, agar senantiasa diberi kelapangan rezeki.
"Saya minta sama Allah diberi sehat, agar bisa mencari rezeki yang bermanfaat bagi lingkungan saya juga. Kalau Allah menghendaki dan ada rezekinya, saya ingin membangun tempat ngaji atau pondok pesantren di kompleks musala tersebut," tandasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya