Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Nikmatul Hanik Pimpin Muslimat NU Jepara, Usung Visi Bersatu Lalu Berdaya untuk Perempuan dan Masyarakat

Fikri Thoharudin • Rabu, 17 Juni 2026 | 18:49 WIB
PIDATO PERDANA: Ketua PC Muslimat NU Jepara 2026-2031, Hj. Nikmatul Hanik, M.Pd.
PIDATO PERDANA: Ketua PC Muslimat NU Jepara 2026-2031, Hj. Nikmatul Hanik, M.Pd.

 JEPARA — Berpijak pada rihlah keilmuan, menuju semangat pemberdayaan. Hal itulah yang berusaha diraih oleh Nikmatul Hanik. 

Nikmatul Hanik, kini resmi mengemban amanah sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Jepara periode 2026–2031. 

Di bawah kepemimpinannya, organisasi perempuan Nahdlatul Ulama tersebut akan fokus pada penguatan internal organisasi, pemberdayaan perempuan, pendidikan, dakwah, kesehatan, hingga sosial.

Ia menyebut, langkah awal yang menjadi prioritas ialah menyatukan visi dan misi seluruh jajaran kepengurusan PC Muslimat NU Jepara. 

Menurutnya, kesamaan arah gerak menjadi modal utama, agar seluruh program organisasi dapat berjalan maksimal.

“Program awal kami adalah menyatukan visi misi di lingkungan struktural PC. Belum menjadi satu komando, kita komandokan. Kita satukan niat kita, kalau nanti sudah bersatu dan punya visi misi yang sama, kegiatan-kegiatan bisa dilakukan dengan sebaik mungkin,” ujarnya, Senin (15/6) malam.

ANTUSIAS: Nikmatul Hanik tengah meminta restu Kiai Said Aqil, ketika mengisi haflah akhirussanah di Yayasan Al Hadziqiyah yang diasuh Kiai Hayatun Nufus selaki Rois Syuriah NU Jepara. 
ANTUSIAS: Nikmatul Hanik tengah meminta restu Kiai Said Aqil, ketika mengisi haflah akhirussanah di Yayasan Al Hadziqiyah yang diasuh Kiai Hayatun Nufus selaki Rois Syuriah NU Jepara. 

Ia menegaskan, berbagai program yang telah berjalan baik pada kepengurusan sebelumnya akan tetap dilanjutkan dan dikembangkan.

Salah satunya di bidang pendidikan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan Muslimat NU melalui lembaga PAUD, TK, RA hingga TPQ.

“Yang sudah bagus akan kami lanjutkan. Di bidang pendidikan, perekrutan TPQ, TK dan RA sudah berjalan kondusif dan banyak yang sudah bergabung. Program-program yang ada akan kami teruskan dengan penambahan dan pengembangan,” ujarnya.

Selain pendidikan, dakwah menjadi sektor yang mendapat perhatian khusus. Hanik menilai dakwah Muslimat NU perlu diperluas hingga menjangkau wilayah pelosok. Serta menyentuh persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, para bu nyai dan daiyah perlu lebih menginternalisasi dalam masyarakat. Supaya mampu menjadi corong di tengah masyarakat, tidak hanya dalam persoalan keagamaan tetapi juga isu-isu sosial yang berkembang.

“Yang paling menjadi prioritas kami adalah dakwah ke pelosok. Bu Nyai dan daiyah kita perlu diberi dasar dan modal (pemahaman, red) untuk mendengungkan berbagai persoalan di masyarakat, tidak hanya agama tetapi juga persoalan sosial,” jelasnya.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital. Perkembangan teknologi dan penggunaan gawai yang semakin masif, dinilai perlu diimbangi dengan penguatan akidah dan pendidikan keluarga.

“Anak-anak generasi Z sekarang menghadapi tantangan yang berbeda. Karena itu Muslimat juga harus ikut berperan memperkuat keluarga Islamiyah. Dakwah bukan semata urusan agama, tetapi juga parenting dan pembinaan keluarga,” ungkapnya.

Dalam kepemimpinannya, Hanik mengusung semangat “bersatu lalu berdaya” sebagai visi utama organisasi. Ia berharap perempuan-perempuan Muslimat NU mampu menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Visi saya bersatu lalu berdaya, sehingga perempuan-perempuan ini berjaya. Fokus kami pada kesejahteraan masyarakat, dakwah, kesehatan, pertanian hingga pendidikan yang berlandaskan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah,” tegasnya.

Saat ini PC Muslimat NU Jepara membawahi setidaknya 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang tersebar di seluruh kecamatan. 

Jumlah ranting berbeda-beda di setiap wilayah, dengan Kecamatan Mayong menjadi daerah yang memiliki ranting terbanyak yakni sekitar 25 ranting. Secara keseluruhan terdapat sekitar 268 ranting Muslimat NU di Kabupaten Jepara.

Jumlah anggota Muslimat NU Jepara diperkirakan mencapai lebih dari 15 ribu orang. Bahkan di wilayah kepulauan Karimunjawa terdapat tiga ranting, yang aktif menjalankan kegiatan organisasi.

Sebelum dipercaya memimpin PC Muslimat NU Jepara, Nikmatul Hanik merupakan Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Kedung yang membawahi 19 ranting. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk mengelola organisasi yang lebih besar di tingkat kabupaten.

Ia menambahkan, Muslimat NU juga ingin memperkuat peran perempuan dalam kepemimpinan sosial dan keagamaan. 

Menurutnya, banyak pondok pesantren di Jepara yang dipimpin perempuan dan mampu berkembang serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Perempuan tetap bisa memimpin. Di Jepara banyak pondok pesantren yang dipimpin perempuan. Kami ingin menggali potensi itu, bagaimana perempuan bisa terus berkontribusi dan memberikan manfaat yang lebih besar,” imbuhnya.

Ke depan, PC Muslimat NU Jepara juga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak, baik di lingkungan Nahdlatul Ulama maupun pemerintah dan instansi lainnya.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat program-program organisasi tanpa meninggalkan nilai dan khittah NU.

“Kami membuka seluas-luasnya untuk bersinergi dengan siapa pun,, pemerintah maupun instansi lain. Tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga kesehatan, pertanian dan bidang lainnya, tanpa meninggalkan organisasi kita, NU,” pungkasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#Nikmatul Hanik #Ketua PC Muslimat NU Jepara #Dakwah Muslimat NU #Pemberdayaan Perempuan NU #muslimat nu jepara