Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Meriah! Ribuan Santri di Jepara Gelar Kirab, Sambut Tahun Baru 1 Muharram 1448 Hijriah 

Fikri Thoharudin • Selasa, 16 Juni 2026 | 16:42 WIB
ANTUSIAS: Para santri tengah mengikuti kirab gebyar 1 Muharram 1448 Hijriah di Alun-alun Jepara I pada Selasa (16/6). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
ANTUSIAS: Para santri tengah mengikuti kirab gebyar 1 Muharram 1448 Hijriah di Alun-alun Jepara I pada Selasa (16/6). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Tahun baru, harapan baru. Jalanan di kawasan Alun-alun Jepara I berubah menjadi lautan manusia. 

Setidaknya satu ribuan santri dari 52 lembaga pendidikan di Kabupaten Jepara menggelar kirab. Menyongsong tahun baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriah, pada Selasa (16/6).

Panas matahari di waktu siang, tak cukup untuk menyurutkan semangat mereka. Para santri dari ponpes, madrasah diniyah (Madin) hingga taman pendidikan Alquran (TPQ) tersebut berharap dapat menjalani tahun-tahun yang putih. Penuh keberkahan.

Rute yang ditempuh sekitar 5 kilometer. Dimulai dari Alun-alun I Jepara, kawasan Rumah Dinas Wakil Bupati melalui Jalan Kartini dan Jalan Pemuda. Kemudian melalui jalan di depan Saudara Jepara. Lalu kembali lagi ke Alun-alun I Jepara.

Berbagai pernak-pernik tampak mencolok, ditampilkan dengan berbagai ragam kreativitas. 

Dekorasi sarat nilai Islam, menjadi satu syiar yang kuat. Dengan pakaian Islami hingga kostum pengingat mati.

Lantunan sholawat juga menggema. Kirab dalam gebyar menyambut tahun baru Islam ini sontak menyedot perhatian publik. Masyarakat ikut merapat, mendokumentasikan hingga melempar senyum.

Salah satu guru Madin dari Takmiliyah Al-Hidayah Kelurahan Demaan, Jepara, Maryam Ni'matus S menyebut, lembaganya melibatkan 17 santri. Mereka membawakan tema pertanian.

Tema ini dipilih sebagai wujud edukasi kepada anak-anak, supaya lebih menghormati kerja-kerja petani dan wong cilik

Petani, juga menjadi satu pilar penting dalam bernegara dan bermasyarakat. Berkiprah sebagai penjaga ketahanan pangan negeri.

"Harapannya (pertanian, red) di Jepara bisa lebih maju lagi. Anak-anak sekarang juga mulai jarang suka sayur dan lebih menyukai makanan instan," ringkasnya.

Ia juga menyampaikan, kegiatan kirab semacam ini menjadi ajang memupuk kreativitas anak. Serta menjalin kebersamaan satu sama lain.

"Anak-anak (santri, red) pada semangat, di satu sisi ini bisa mengangkat branding santri di Jepara," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin, tampak sumringah dengan kekompakan setiap lembaga. Di satu sisi, ini menandakan persatuan umat Islam.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini peserta memilih berjalan kaki selama kirab.

"Tahun lalu naik mobil, tahun ini kami memilih jalan kaki agar lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus untuk menghibur masyarakat. Semangat itulah yang kami junjung," tanggapnya.

Ia menyebut, kirab diikuti sekitar 52 lembaga pendidikan Islam. Dalam satu lembaga diwakili sekitar 20 orang. "Para santri di dampingi oleh beberapa guru," hematnya.

Akhsan berharap tahun berikutnya, kegiatan kirab santri pada gebyar Muharram ini digelar lebih besar dan meriah. 

Pada saat yang sama, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan peringatan 1 Muharram merupakan momentum penting. Untuk memperkuat semangat keberagamaan di Bumi Kartini.

Kartini, semasa hidupnya juga giat dan tekun belajar agama. Bahkan belajar tafsir bersama dengan KH. Sholeh Darat. Hal ini menunjukkan masyarakat Jepara memiliki trah leluhur yang tak henti-hentinya belajar dan berkarya.

"Semangat ini harus terus kita jaga bersama. Tahun Baru Islam (1 Muharram, red) menjadi momen untuk menumbuhkan semangat baru, kebersamaan dan keberkahan," pungkasnya.(fik)

Editor : Admin
#Kirab 1 Muharram #1448 H #1 suro #santri jepara