JEPARA — Warga Desa Daren, Kecamatan Nalumsari, tengah mematangkan persiapan pelaksanaan Kirab dan Selamatan Malam 1 Muharram.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, prosesi akan digelar di kawasan Sendang Bidadari.
Kirab tahunan ini, telah berlangsung sejak 2009. Tahun ini kembali menghadirkan berbagai atraksi budaya, dengan melibatkan masyarakat dari seluruh dukuh di desa setempat.
Ketua Pelaksana Kirab Malam 1 Muharram 1448 Hijriah di Sendang Bidadari Desa Daren, M. Ulin Nidhom, mengatakan terdapat sejumlah pembaruan dalam pelaksanaan tahun ini.
Salah satunya ialah penampilan tari kolosal. Mengisahkan tujuh bidadari dan Jaka Tarub.
Menurutnya, persiapan kegiatan telah dilakukan sejak dua minggu terakhir melalui serangkaian rapat panitia.
Kegiatan tersebut digerakkan bersama oleh Karang Taruna Jaka Tarub serta pemuda.
“Perbedaannya, tahun ini ada tari kolosal tujuh bidadari dan Jaka Tarub. Kami banyak melibatkan generasi muda," ungkapnya, pada Senin (15/6).
Selain kirab budaya, panitia juga menyiapkan grebeg gunungan yang menjadi salah satu daya tarik utama acara.
Gunungan tersebut akan diarak bersama rombongan peserta kirab, yang berasal dari seluruh dukuh dan kelompok kepemudaan di Desa Daren.
Pelaksanaan kirab dijadwalkan dimulai pukul 19.00 WIB, dengan titik awal dari Balai Desa Daren.
Rute perjalanan mengarah ke selatan, dengan jarak tempuh sekitar 1-2 kilometer, sebelum berakhir di kawasan Sendang Bidadari.
Nidhom menjelaskan, selain melibatkan banyak pemuda, panitia juga mengundang perangkat desa, tokoh agama, serta berbagai unsur masyarakat untuk mengikuti rangkaian acara.
Selamatan malam 1 Muharram akan dilaksanakan bersamaan dengan kirab budaya.
Tradisi tersebut menjadi bagian dari ungkapan syukur masyarakat. Sekaligus upaya melestarikan warisan budaya, yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Sendang Bidadari sendiri, dikenal sebagai salah satu destinasi yang memiliki nilai sejarah dan kepercayaan di tengah masyarakat.
Sendang tersebut hanya memiliki satu sumber mata air alami. Di sisi utara dan selatan sendang, tumbuh pohon beringin besar yang menambah suasana teduh.
Di kalangan masyarakat berkembang berbagai cerita, mengenai khasiat air Sendang Bidadari.
Tak sedikit warga meyakini, air dari sendang tersebut dapat memberikan kesegaran dan menjaga kesehatan.
Bahkan, sebagian masyarakat meyakini air itu memiliki manfaat lain, seperti membantu penyembuhan penyakit hingga membuat seseorang tetap awet muda.
Meskipun kepercayaan tersebut bersifat turun-temurun. Belum terbukti secara ilmiah.
Setiap tahunnya, kegiatan Malam 1 Muharram di Sendang Bidadari tidak hanya dikunjungi warga Desa Daren. Tetapi juga menarik pengunjung dari berbagai daerah di luar Jepara.
Sejumlah tamu dari kabupaten lain, seperti Grobogan dan daerah sekitar, juga kerap hadir untuk mengikuti kirab maupun mengambil air dari sendang.
"Setiap tahun memang selalu ramai, air biasanya dibuat basuh wajah hingga ada yang mandi," pungkasnya.(fik)
Editor : Admin