JEPARA — Kapal cepat Express Bahari, mulai membuka rute pelayaran menuju Pelabuhan Legon Bajak, Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa.
Rute ini diharapkan dapat mendukung pemerataan kunjungan wisata. Agar tidak hanya di Desa Karimunjawa, tetapi juga Desa Kemujan.
Manajer Kapal Express Bahari, Jefri Putra, mengatakan rute Legon Bajak akan mulai dijalankan pada bulan Juli.
Di tahap awal, layanan tersebut masih bersifat uji coba, dengan disediakan jadwal satu kali dalam sebulan.
“Untuk rute Legon Bajak mulai jalan bulan Juli. Untuk saat ini kami coba jalankan satu bulan sekali, berangkat hari Jumat dan kembali hari Minggu,” ungkapnya, pada Sabtu (13/6).
Pada jadwal perdana bulan Juli, kapal akan melayani penyeberangan pada Jumat (17/7) dengan rute Jepara–Karimunjawa pukul 08.00 WIB, Jepara–Legon Bajak pukul 08.00 WIB, serta Karimunjawa–Legon Bajak pukul 11.00 WIB.
Sementara itu pada Minggu (19/7), kapal melayani rute Legon Bajak–Karimunjawa pukul 07.00 WIB, Legon Bajak–Jepara pukul 07.00 WIB, dan Karimunjawa–Jepara pukul 09.00 WIB.
Jefri menjelaskan tiket perjalanan untuk jadwal Juli telah mulai dibeli sejak Jumat (12/6), melalui aplikasi Express Bahari Mobile.
“Kami menyediakan jadwal setiap hari menjadi dua kali keberangkatan, pulang dan pergi. Semoga bisa mengakomodir kebutuhan warga maupun wisatawan,” imbuhnya.
Meski demikian, keterlambatan pembukaan tiket masih menjadi persoalan klasik. Apalagi kapal laut, menjadi moda transportasi utama.
Hal tersebut kerap mendapat sorotan dari pelaku usaha wisata di Karimunjawa. Mereka menilai sistem penjualan tiket yang dibuka terlalu dekat dengan jadwal keberangkatan.
Hal ini menyulitkan perencanaan perjalanan wisatawan, terutama wisatawan dari mancanegara.
Pelaku usaha perhotelan di Karimunjawa kerap mengadu, jika tamu asing telah lama menunggu kepastian tiket. Seperti untuk perjalanan di bulan Juli maupun Agustus.
Penjualan tiket diharapkan dapat dibuka lebih awal. Sejak jauh hari, seperti tiket pesawat.
Meskipun demikian, kendala cuaca juga kerap terjadi. Sehingga pihak manajemen menilai, keselamatan penumpang menjadi pokok utama.
Untuk itu, tak jarang pula, rencana pelayaran dibatalkan karena pengaruh ombak tinggi dan cuaca ekstrem.
Namun, penjualan tiket sejak tiga hingga enam sebelumnya, perlu perhatikan oleh pihak manajemen.
Di satu sisi, pembukaan tiket lebih awal juga berpotensi memberikan kepastian permintaan pasar.
Bahkan jika kuota cepat habis, operator dapat mempertimbangkan penambahan armada atau jadwal pelayaran.
Ketua Paguyuban Homestay Karimunjawa, Asri Sumarto Rofiun, juga menyoroti upaya memajukan pariwisata di Karimunjawa.
Ia pun menyambut baik dibukanya rute menuju Pelabuhan Legon Bajak.
Menurutnya, akses langsung ke Kemujan, dapat mendorong pertumbuhan sektor wisata di desa tetangga Karimunjawa.
Ia pun mendorong, agar jumlah pelayaran ke Legon Bajak dapat ditambah, terutama saat musim liburan dan akhir pekan panjang.
Dengan begitu, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat di seluruh Kecamatan Karimunjawa.
“Harapannya rute ke Legon Bajak bisa diperbanyak, terutama saat libur panjang. Sehingga wisatawan tidak hanya terpusat di Desa Karimunjawa, tetapi juga bisa tersebar ke Desa Kemujan,” pungkasnya.(fik)
Editor : Admin