JEPARA — Warga Dukuh Karangwetan, Desa Daren, Kecamatan Nalumsari, Suliyono yang dilaporkan hilang sejak Rabu (10/6), ditemukan meninggal dunia.
Pria 65 tahun tersebut, ditemukan di area persawahan kebun tebu Dukuh Sidomulyo, Desa Daren, Kamis (11/6) pagi.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka bakar di area kebun tebu, yang sehari sebelumnya menjadi lokasi pembakaran daun tebu kering atau klaras yang dilakukannya.
Camat Nalumsari Suhardi menjelaskan, korban berangkat bekerja sekitar pukul 06.00, pada Rabu (10/6).
Sekitar pukul 08.00, korban mulai membakar tumpukan daun tebu kering hasil panen di area persawahan tebu.
Baca Juga: Mengenal Rara, Perempuan yang Ingin Mewarisi Semangat Pemikiran Kritis Kartini
Sebelum pembakaran dilakukan, salah seorang warga yang berada di lokasi sempat mengingatkan korban terkait kondisi cuaca yang panas dan risiko yang dapat terjadi.
Namun korban tetap melanjutkan aktivitas tersebut, dan menyatakan akan menunggui api hingga padam.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 14.00 WIB, korban sudah tidak terlihat di lokasi. Sementara api di area kebun tebu dilaporkan semakin membesar.
Hingga sore hari korban tidak kunjung pulang ke rumah. Keluarga yang khawatir kemudian melakukan pencarian ke lokasi pembakaran. Di lokasi, keluarga hanya menemukan sepeda motor Jupiter milik korban.
Pencarian bersama warga dilakukan hingga sekitar pukul 01.00 dini hari, namun korban belum berhasil ditemukan.
Pencarian dilanjutkan pada Kamis (11/6) pagi. Sekitar pukul 08.00, dua pekerja yang sedang memanen tebu di area persawahan Dukuh Sidomulyo menemukan sesosok tubuh tergeletak di tengah lahan tebu.
Salah seorang saksi yang pertama kali melihat korban kemudian berteriak meminta pertolongan.
Temuan tersebut segera dilaporkan kepada perangkat kecamatan dan relawan yang berada di sekitar lokasi.
Petugas dari Kecamatan Nalumsari kemudian mengamankan lokasi kejadian. Serta berkoordinasi dengan Polsek Nalumsari, BPBD, serta tenaga kesehatan.
Tak lama kemudian, personel kepolisian bersama petugas terkait datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Jenazah selanjutnya dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Mayong, guna menjalani pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan dokter jaga RS PKU Mayong, korban mengalami luka bakar hingga 100 persen pada tubuhnya. Petugas medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan penyebab kematian karena luka bakar. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," sebutnya.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Desa Daren.
Keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum terkait kejadian itu.(fik)
Editor : Mahendra Aditya