JEPARA — Tradisi budaya Perang Obor di Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, kembali menyedot perhatian wisatawan mancanegara.
Pada penyelenggaraan, Senin (25/5) malam, sejumlah wisatawan asal India turut hadir. Mereka mengaku terpukau dengan atraksi budaya yang berlangsung meriah tersebut.
Obor yang saling dihantamkan para pemain di tengah ribuan penonton, menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan asing, yang baru pertama kali menyaksikan tradisi khas Jepara itu secara langsung.
Salah satu wisatawan asal India, Ansarudheen (39), mengaku terkesan dengan penampilan atraksi budaya Perang Obor.
Menurutnya, tradisi tersebut memberikan pengalaman yang sangat berkesan selama berada di Indonesia.
“Pengalaman yang berharga, para pemain menunjukkan permainan api yang memukau,” ujarnya.
Ia mengatakan, keramahan masyarakat dan kekayaan budaya yang ditampilkan dalam Perang Obor, juga menjadi kesan pertama yang sangat baik selama berkunjung ke Indonesia.
“Kesan pertama kali berkunjung ke Indonesia. Orang-orangnya baik, budayanya juga bagus,” katanya.
Hal serupa disampaikan wisatawan asal India lainnya, Yasararafath (35). Ia menyebut Perang Obor menjadi momen yang indah selama tiga bulan berada di Indonesia.
“Good, wonderful. Ini momen yang bagus,” ucapnya singkat.
Kehadiran wisatawan mancanegara dalam tradisi Perang Obor, dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan wisata budaya di Jepara.
Atraksi tahunan tersebut tidak hanya menjadi agenda tradisi masyarakat lokal, tetapi juga mulai dikenal wisatawan luar negeri.
Perang Obor sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Tegalsambi yang digelar, sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus doa keselamatan dan keberkahan. Termasuk tolak balak.
Tradisi Perang Obor, telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia pada 2020. Serta terus didorong menjadi event budaya unggulan nasional, seperti Kharisma Event Nusantara (KEN).(fik)
Editor : Admin