Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jepara in Fashion 2026 Angkat Batik Tegalsambi Mendunia

M. Khoirul Anwar • Senin, 25 Mei 2026 | 11:29 WIB

 

MEMUKAU: Jepara in Fashion 2026 menghadirkan perpaduan budaya lokal dengan industri fashion modern melalui pagelaran busana berbasis wastra khas Jepara.
MEMUKAU: Jepara in Fashion 2026 menghadirkan perpaduan budaya lokal dengan industri fashion modern melalui pagelaran busana berbasis wastra khas Jepara.

 

JEPARA – Dekranasda Jepara menggelar Jepara in Fashion (JIF) 2026 dalam rangkaian Festival Perang Obor di Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Minggu (24/5/2026) malam. Ajang bertema “Niskala Wastra” itu menjadi promosi batik Tegalsambi, Tenun Troso, dan karya desainer lokal untuk memperkuat ekonomi kreatif serta pariwisata budaya Jepara.

Jepara in Fashion 2026 Jadi Etalase Wastra Lokal

Jepara in Fashion 2026 menghadirkan perpaduan budaya lokal dengan industri fashion modern melalui pagelaran busana berbasis wastra khas Jepara. Batik Tegalsambi, Tenun Troso, hingga karya kreatif desainer daerah tampil dalam konsep elegan bernuansa budaya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian strategi Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Dekranasda Jepara untuk memperluas promosi produk lokal ke tingkat nasional. Selain mendukung pelestarian budaya, ajang ini juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing sektor ekonomi kreatif dan wisata budaya Jepara.

Ketua Dekranasda Jepara Ella Witiarso Utomo hadir didampingi Wakil Ketua Dekranasda Jepara sekaligus Ketua Umum GOW Jepara Inez Hajar bersama jajaran Forkopimda dan anggota Dekranasda Jepara.

Ella Witiarso Utomo Sebut Fashion Jadi Ruang Pelestarian Budaya

Ketua Dekranasda Jepara Ella Witiarso Utomo menegaskan bahwa Jepara in Fashion 2026 bukan sekadar pertunjukan busana. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang kreatif untuk merawat identitas budaya Jepara di tengah perkembangan zaman.

“Apa yang kita saksikan malam ini bukan sekadar rangkaian busana yang dipamerkan di atas panggung, tetapi sebuah perayaan identitas, budaya, kreativitas, dan kebersamaan,” ujarnya.

Ella menjelaskan, setiap motif batik dan tenun yang ditampilkan membawa nilai sejarah dan karakter masyarakat Jepara. Semangat itu disebut selaras dengan perjuangan R.A. Kartini yang memperkenalkan karya lokal Jepara kepada dunia internasional.

“Semangat Kartini itulah yang kita warisi malam ini, yaitu keberanian untuk tampil, kreativitas untuk berkarya, dan cinta budaya yang tidak pernah padam,” katanya.

Melalui tema “Niskala Wastra”, Dekranasda Jepara ingin memperkuat posisi Batik Tegalsambi dan tradisi Perang Obor sebagai identitas budaya daerah yang memiliki nilai ekonomi dan daya tarik wisata.

Desainer Lokal hingga Disabilitas Mental Tampil di JIF 2026

Pagelaran Jepara in Fashion 2026 melibatkan berbagai pelaku industri kreatif dan pendidikan di Kabupaten Jepara. Karya yang tampil berasal dari IKM binaan Dekranasda Jepara, Yuli Collection, Dyah Flower, Limo Tenun, SMK Negeri 2 Jepara, SMK Balekambang, hingga 15 desainer binaan Dekranasda kecamatan se-Kabupaten Jepara.

Menariknya, karya penyandang disabilitas mental dari Panti Sosial Waluyotono Jepara juga ikut ditampilkan dalam panggung fashion tersebut. Langkah itu menjadi bentuk dukungan terhadap kreativitas inklusif dalam industri kreatif Jepara.

Ketua Dekranasda Jepara Ella Witiarso Utomo
Ketua Dekranasda Jepara Ella Witiarso Utomo

Ella berharap kegiatan seperti Jepara in Fashion mampu meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini diharapkan membuka peluang pasar baru bagi pelaku UMKM dan pengrajin wastra Jepara.

“Harapan kami sederhana, yakni agar wastra Jepara semakin dikenal sebagai warisan budaya yang hidup, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, dan membuat generasi muda bangga mengenakan serta memperkenalkan karya daerahnya,” pungkasnya.

Festival Perang Obor

Festival Perang Obor Tegalsambi yang telah berlangsung sejak abad ke-16 Masehi kini tidak hanya menjadi tradisi budaya tahunan, tetapi juga berkembang sebagai ruang promosi ekonomi kreatif dan pariwisata Jepara. Melalui Jepara in Fashion 2026, batik dan tenun lokal didorong tampil lebih modern tanpa meninggalkan akar budaya daerah.

 

Editor : Admin
#Dekranasda Jepara #Jepara in Fashion 2026 #Batik Tegalsambi #tenun troso #festival perang obor