Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pemkab Jepara Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Program Inkubator Bisnis

Ali Mustofa • Selasa, 19 Mei 2026 | 09:48 WIB
INTERAKTIF: Para peserta workshop dan inkubator bisnis ikuti pelatihan pada Senin (18/5) di Diskopukmnakers Jepara. (FIKRI T/RADAR KUDUS)
INTERAKTIF: Para peserta workshop dan inkubator bisnis ikuti pelatihan pada Senin (18/5) di Diskopukmnakers Jepara. (FIKRI T/RADAR KUDUS)

JEPARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terus berupaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Yaitu melalui program inkubator bisnis yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar lebih kompetitif.

Sebanyak 30 pelaku UMKM terpilih kini mengikuti pendampingan intensif selama kurang lebih tujuh bulan.

Program ini diharapkan mampu membantu mereka berkembang, naik kelas, serta memperluas jangkauan pasar.

Salah satu mentor inkubator bisnis, Partono, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata pemberdayaan UMKM di daerah.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui workshop yang digelar pada Senin hingga Kamis (18–21/5) di Kantor Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Jepara.

“Ini bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong UMKM Jepara agar lebih berkembang.

Dari 87 pendaftar, diseleksi menjadi 30 peserta yang masuk program inkubator bisnis,” jelasnya.

Ia menambahkan, peserta yang lolos mendapatkan berbagai dukungan.

Mulai dari pendampingan pengemasan produk, pengurusan izin usaha, PIRT, sertifikasi halal, hingga penguatan administrasi dan pengelolaan keuangan.

“Kami juga membantu penguatan di sisi administrasi dan manajemen keuangan agar usaha mereka lebih tertata,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan enam mentor yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi usaha.

Masing-masing mentor memiliki fokus pendampingan berbeda, seperti sektor kopi, keuangan, pemasaran digital, desain grafis, hingga pertanian dan peternakan.

“Saya sendiri mendampingi di bidang pertanian dan peternakan, termasuk usaha hidroponik,” ujarnya.

Partono menjelaskan, konsep inkubator bisnis berbeda dengan pelatihan biasa.

Jika workshop hanya berlangsung dalam waktu singkat, inkubator bisnis dilakukan secara berkelanjutan dengan pendampingan langsung hingga ke lapangan.

“Kalau workshop biasanya hanya sebentar, tapi inkubator ini berjalan tujuh bulan. Mentor juga turun langsung melihat permasalahan peserta di lapangan,” katanya.

Peserta program ini berasal dari berbagai sektor, mulai dari kerajinan ukir, kuliner, hingga pertanian.

Fokus utama pendampingan saat ini adalah peningkatan inovasi produk serta digitalisasi usaha agar UMKM mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Partono berharap melalui program ini, pelaku UMKM di Jepara dapat terus berinovasi, memperluas pasar, serta meningkatkan kualitas usaha sehingga benar-benar mampu naik kelas.

“Harapannya UMKM bisa terus berkembang, produknya makin inovatif, pasar semakin luas, dan usahanya benar-benar naik kelas,” pungkasnya. (fik)

Editor : Ali Mustofa
#inkubator bisnis #pelaku usaha #Pemkab Jepara #umkm jepara