JEPARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terus mendorong penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program inkubator bisnis.
Sebanyak 30 pelaku UMKM terpilih, kini mendapat pendampingan intensif selama setidaknya tujuh bulan, agar mampu naik kelas dan memperluas pasar usaha.
Salah satu mentor program inkubator bisnis, Partono, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pemberdayaan bagi pelaku usaha.
Dengan menggelar workshop pada Senin-Kamis (18-21/5) di Kantor Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Jepara.
“Program ini bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengangkat UMKM Jepara. Dari total 87 peserta yang mendaftar, kemudian disaring menjadi 30 peserta yang mengikuti inkubator bisnis,” ungkapnya.
Menurutnya, peserta yang lolos mendapatkan berbagai fasilitasi dari dinas, mulai dari pendampingan pengemasan produk, pengurusan izin usaha, PIRT, sertifikasi halal, hingga penguatan administrasi hingga manajemen keuangan usaha.
“Kami juga melakukan pendampingan administrasi dan manajemen keuangannya, agar lebih kuat,” ujarnya.
Dalam program tersebut terdapat enam mentor yang berasal dari kalangan dosen maupun praktisi usaha.
Masing-masing memiliki bidang pendampingan berbeda, mulai dari industri kopi, keuangan, digital marketing, desain grafis, hingga sektor pertanian dan peternakan.
“Saya sendiri fokus di bidang pertanian dan peternakan, termasuk mendampingi usaha hidroponik,” jelasnya.
Ia menuturkan, konsep inkubator bisnis berbeda dengan workshop biasa. Jika workshop umumnya hanya berlangsung singkat, inkubator bisnis dilakukan dalam jangka panjang. Dengan pendampingan langsung hingga ke lapangan.
“Kalau workshop waktunya mungkin seminggu atau sebulan. Tapi inkubator ini tujuh bulan. Mentor juga turun langsung melihat kendala peserta di lapangan,” tuturnya.
Peserta inkubator bisnis berasal dari berbagai sektor usaha, seperti kerajinan ukir, food and beverage, hingga pertanian.
Fokus utama pendampingan saat ini diarahkan pada inovasi produk dan digitalisasi usaha, agar UMKM mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Partono berharap melalui program tersebut para pelaku UMKM Jepara dapat meningkatkan kualitas produk, memperluas pangsa pasar, sekaligus memperkuat daya saing usaha mereka.
“Harapannya peserta bisa terus improvisasi produk, memperluas pasar, dan usaha mereka benar-benar dapat naik kelas,” pungkasnya.(fik
Editor : Admin