Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Persijap Jepara Tahan Imbang Calon Juara Borneo FC, Persaingan Papan Atas Kian Panas

Fikri Thoharudin • Minggu, 17 Mei 2026 | 21:59 WIB
SPARTAN: Pemain Persijap Jepara Carlos Franca berusaha terobos benteng pertahanan Borneo FC pada pertandingan pekan ke-33, Minggu (17/5) malam di GBK Jepara. (FIKRI T/RADAR KUDUS)
SPARTAN: Pemain Persijap Jepara Carlos Franca berusaha terobos benteng pertahanan Borneo FC pada pertandingan pekan ke-33, Minggu (17/5) malam di GBK Jepara. (FIKRI T/RADAR KUDUS)

JEPARA — Persijap Jepara sukses menjegal langkah calon juara BRI Super League, Borneo FC Samarinda, usai bermain imbang tanpa gol. 

Pertandingan pada pekan ke-33, di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, pada Minggu (17/5) malam tersebut berlangsung sengit.

Hasil 0-0, membuat Laskar Kalinyamat tetap bertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara. 

Sementara bagi Borneo FC, tambahan satu poin membuat persaingan perebutan gelar juara semakin ketat.

Di saat bersamaan, Persib Bandung berhasil menundukkan PSM Makassar dengan skor 2-1. Kemenangan itu membuat Persib kukuh di puncak klasemen dengan 78 poin, unggul dua angka dari Borneo FC yang mengoleksi 76 poin.

Sejak menit awal pertandingan, Persijap tampil agresif dan berani menekan pertahanan tim tamu. 

Sudi Abdallah mencoba membuka peluang bagi tuan rumah, disusul beberapa upaya dari Franca yang mencoba membongkar lini belakang Pesut Etam.

Namun sepanjang babak pertama, permainan kedua tim cenderung berjalan ketat dan keras di lini tengah. 

Serangan yang dibangun kerap mentok di sepertiga akhir lapangan. Tambahan waktu tiga menit pada babak pertama pun belum mampu mengubah keadaan, skor tetap 0-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persijap mulai menemukan ritme permainan. Dukungan suporter, membuat tekanan demi tekanan terus dilancarkan ke pertahanan Borneo FC.

Pada menit ke-54, Persijap sempat menciptakan peluang berbahaya setelah Sudi Abdallah mencoba menusuk ke kotak penalti. Namun upaya itu terhenti setelah dirinya dijegal pemain lawan. 

Borneo FC yang datang dengan status kandidat juara, juga mencoba meningkatkan intensitas permainan. Namun solidnya lini belakang Persijap, membuat peluang-peluang tim tamu gagal berbuah gol. Termasuk penampilan kiper Ardiansyah.

Pergantian pemain pun dilakukan untuk menambah daya dobrak serangan Persijap. Iker Guarrotxena, Adzikry, hingga Indra Arya pun turut dimasukkan. 

Memasuki penghujung laga, tensi pertandingan semakin meningkat. Tambahan waktu enam menit membuat kedua tim terus berusaha mencari gol kemenangan. Meski demikian, hingga peluit panjang dibunyikan skor tetap bertahan 0-0.

Pelatih Kepala Persijap Jepara, Mario Lemos, mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya. Ia menilai Persijap tampil gemilang dan bahkan layak memenangkan pertandingan.

“Saya sangat senang. Kami bermain sangat luar biasa sejak menit pertama. Borneo tim bagus, tapi kami bisa mengambil kendali permainan. Sebenarnya kami lebih pantas memenangkan pertandingan,” ungkapnya.

Sekalipun mengaku bermain dengan mental pemenang, namun hasil kali ini berakhir imbang.

Mario juga menanggapi perubahan komposisi pemain, yang diturunkan saat menghadapi Borneo FC. Ia pun mengaku selalu meracik formasi, termasuk untuk laga selanjutnya. Laga pamungkas melawan Persib pada Sabtu (23/5).

“Ini sepak bola. Saya mengganti kiper, pemain sayap, dan gelandang. Tapi susunan pemain adalah rahasia dapur. Semua pemain punya kualitas yang sama dan siap melawan siapa pun. Kami selalu bermain untuk memenangkan pertandingan,” tegasnya.

Pemain Persijap, Najeeb Yakubu, menyebut timnya sudah bekerja keras sepanjang pertandingan, untuk mengamankan poin dari salah satu tim terbaik musim ini.

Sementara itu, Pelatih Kepala Borneo FC Fabio Lefundes mengakui timnya tampil di bawah standar pada babak pertama. Namun ia segera melakukan penyesuaian dalam susunan pemain.

“Menurut saya babak pertama, kami bermain di bawah standar Borneo. Setelah beberapa penyesuaian, permainan sedikit lebih baik meski peluang tidak banyak,” sebutnya.

Ia menyebut timnya sempat mencoba memaksa kemenangan di akhir pertandingan lewat sejumlah pergantian pemain. Namun peluang tak dapat dikonversi menjadi gol.

Kendati demikian, ia tetap optimistis Borneo FC masih memiliki peluang dalam perebutan gelar juara musim ini.

“Persib unggul dua poin dari kami, tapi peluang masih ada. Sekarang kami kembali ke Samarinda dan fokus mempersiapkan pertandingan berikutnya. Kami akan berusaha meraih poin penuh dengan dukungan penuh suporter,” pungkasnya.(fik)

Editor : Admin
#Persijap Jepara imbang lawan Borneo FC #persib bandung #klasemen BRI Super League #borneo fc #persijap jepara