Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Land Clearing dan Pembukaan Jalan Alternatif Sumanding–Duplak Tembus, Tinggal Lakukan Pemadatan dan Finishing 

Fikri Thoharudin • Minggu, 17 Mei 2026 | 17:37 WIB
SATSET: Kalaksa BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto (baju putih) tengah menilik progres pembukaan jalan alternatif Sumanding-Duplak. (BPBD JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)
SATSET: Kalaksa BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto (baju putih) tengah menilik progres pembukaan jalan alternatif Sumanding-Duplak. (BPBD JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)

JEPARA — Proses pembukaan jalur darurat, penghubung Desa Sumanding Kecamatan Kembang dengan Duplak Desa Tempur, Kecamatan Keling, akhirnya tembus. Setelah setidaknya dilakukan land clearing, pasca longsor dan banjir pada (10/1) lalu.

Pemerintah Kabupaten Jepara melalui BPBD, kini tinggal menyelesaikan tahap finishing berupa pelebaran dan pemadatan badan jalan. Yang akan dilanjutkan dengan pekerjaan teknis oleh Dinas PUPR.

Kepala Pelaksana BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menyampaikan progres pelebaran dan pembukaan jalan tersebut telah tembus, pada Sabtu (16/5). 

Ia menyebut dua alat berat dari arah berbeda telah berhasil bertemu di titik tengah jalur yang dibuka.

Alhamdulillah, pembukaan jalur darurat Duplak ke Sumanding sudah tembus. Tinggal menurunkan elevasi ketinggian tebing Nganguk dan pelebaran beberapa titik jalan,” ujarnya.

Menurut Arwin, secara faktual jalur darurat tersebut kini sudah tersambung. Namun pekerjaan lanjutan masih dilakukan secara bertahap, untuk menyempurnakan akses agar aman dilalui masyarakat.

Ia menjelaskan, alat berat yang bekerja dari arah Duplak kini terus melakukan pelebaran badan jalan. 

Jalan eksisting yang semula memiliki lebar sekitar empat meter, diperlebar menjadi delapan meter.

“Secara fakta tembus jalan darurat. Pelebaran akan menyusul lebih lanjut sambil jalan,” katanya.

Selain pelebaran, langkah selanjutnya akan dilakukan pemadatan jalan, setelah proses pembentukan badan jalan dinilai cukup aman. 

Pemadatan diperlukan agar jalur dapat lebih stabil dan nyaman dilalui kendaraan. “Setelah jalan lebar akan dipadatkan,” imbuhnya.

Arwin menegaskan salah satu titik yang masih menjadi pekerjaan rumah ialah kawasan Bukit Nganguk. 

Di lokasi tersebut, pihaknya masih melakukan penyesuaian elevasi tanjakan agar tidak terlalu curam dan lebih aman bagi pengguna jalan.

“Bukit Nganguk masih PR untuk penyesuaian tanjakan agar tidak terlalu curam, aman untuk pengguna jalan. Elevasi dijadikan sejajar,” jelasnya.

Tak hanya itu, titik nol di kawasan Hutan Pinus Sumanding, juga diperlebar hingga sembilan meter untuk kebutuhan putaran kendaraan dan manuver alat berat.

Selanjutnya, pada Jumat (22/5), akan dilakukan peninjauan langsung oleh Bupati Jepara bersama jajaran Forkopimda.

Jalur Sumanding–Duplak ini disebut tidak seekstrem medan jalur Duplak–Tempur, yang jauh sebelumnya sudah menjadi urat nadi aktivitas sehari-hari masyarakat Desa Tempur.

Saat ini, harapan baru bagi masyarakat Desa Tempur khususnya perlahan mulai muncul kembali. Kekhawatiran pasca bencana dan menutup akses jalan pun kini dapat ditepis.

Tempur, tidak lagi hanya memiliki satu jalan utama. Tapi ada jalan Sumanding-Duplak yang juga dapat menjadi penghubung dan roda aktivitas masyarakat.(fik)

Editor : Admin
#tempur desa wisata #Jalan Sumanding-Duplak #kopi tempur #tempur #Gunung Muria