Nahkoda Kapal Wisata Meninggal Dunia Usai Tersambar Petir di Perairan Bandengan Jepara

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Kamis, 14 Mei 2026 | 21:25 WIB
TAK TERTOLONG: Korban dinyatakan meninggal dunia usai tersambar petir pada Kamis (14/5) sore. (BPBD JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)
TAK TERTOLONG: Korban dinyatakan meninggal dunia usai tersambar petir pada Kamis (14/5) sore. (BPBD JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)

JEPARA — Seorang nahkoda kapal wisata di Jepara meninggal dunia, usai tersambar petir saat mengemudikan kapal penyeberangan dari Pulau Panjang menuju Pantai Bandengan, pada Kamis (14/5) sore.

Korban diketahui bernama Aji Santoso (25), warga Desa Ngeling RT 03 RW 04, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. 

Pada saat kejadian, korban sedang membawa penumpang menggunakan Kapal Wisata Bahari 01. 

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto membenarkan adanya peristiwa tersebut. 

Menurutnya, insiden terjadi sekitar pukul 15.30, di perairan utara Dermaga Obyek Wisata Pantai Bandengan, sekitar 300 meter dari bibir dermaga.

“Korban saat itu sedang membawa penumpang dari Pulau Panjang menuju Dermaga Pantai Bandengan. Tiba-tiba korban tersambar petir ketika kapal berada di tengah perjalanan,” ungkapnya.

Arwin menjelaskan, sebelum kejadian korban sempat mengantar penumpang dari Dermaga Bandengan menuju Pulau Panjang sekitar pukul 12.00 WIB. 

Setelah menunggu di dermaga Pulau Panjang, korban kembali membawa penumpang menuju Bandengan sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat perjalanan kembali itulah cuaca di kawasan perairan berubah. Kapal korban berada di belakang Kapal Wisata Bahari 25 yang dikemudikan saksi Moh. Ali Irwan.

Salah seorang saksi yang berada di dermaga melihat sambaran petir mengenai korban. 

Informasi itu kemudian diteruskan kepada warga dan nahkoda kapal lain untuk memberikan pertolongan.

“Rekan korban bersama saksi lain langsung mendekat menggunakan kapal untuk membantu evakuasi. Kemudi kapal korban kemudian diambil alih agar bisa bersandar di Pantai Pasir Putih,” jelasnya.

Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke RSI Sultan Hadlirin guna mendapatkan pemeriksaan medis. 

Namun setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Arwin mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan dan pengemudi kapal wisata, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem di wilayah perairan Jepara.

“Kalau cuaca mulai gelap disertai petir, sebaiknya aktivitas pelayaran dihentikan sementara demi keselamatan,” pungkasnya.(fik)

Editor : Admin
Nahkoda meninggal dunia tersambar petir perahu wisata Pulau Panjang Pantai Bandengan Jepara