Ribuan Anak RA Semarakkan Manasik Haji di Alun-alun Jepara 2, Kenalkan Rukun Islam Kelima Lewat Pengalaman Langsung

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Rabu, 13 Mei 2026 | 16:18 WIB
KHIDMAT: Anak-anak didampingi oleh para guru melaksanakan prosesi thawaf di Alun-alun Jepara 2, pada Rabu (13/5) siang. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
KHIDMAT: Anak-anak didampingi oleh para guru melaksanakan prosesi thawaf di Alun-alun Jepara 2, pada Rabu (13/5) siang. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Hamparan kain ihram putih memenuhi Alun-alun Jepara 2, pada Rabu (13/5). Ribuan anak Raudhatul Athfal (RA) tampak antusias, mengikuti rangkaian manasik haji, yang digelar Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Jepara.

Didampingi oleh para guru, anak-anak berjalan beriringan. Mengikuti prosesi demi prosesi, layaknya pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. 

Mulai dari niat, thawaf mengelilingi miniatur Ka'bah, sa’i, hingga lempar jumrah, dilakukan dengan penuh semangat meski matahari beranjak naik, terik.

Sesekali terdengar lantunan bacaan talbiyah, dari para pendamping yang diikuti polos oleh anak-anak. 

Wajah-wajah ceria pun terlihat, saat mereka mengenakan kain ihram putih, yang membuat suasana alun-alun tampak berbeda dari biasanya.

ANTUSIAS: Setiap prosesi manasik haji diikuti oleh anak-anak secara khidmat.
ANTUSIAS: Setiap prosesi manasik haji diikuti oleh anak-anak secara khidmat.

Ketua Panitia Rohmat mengatakan, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi, untuk mengenalkan rukun Islam kelima kepada anak sejak usia dini. 

Ia menyebut, pembelajaran praktik secara langsung, dinilai lebih mudah dipahami anak-anak, dibanding hanya melalui teori di kelas.

“Intinya kami ingin mengenalkan anak-anak tentang ibadah haji sejak kecil. Mereka belajar tata caranya sekaligus memahami makna dari setiap prosesi,” ungkapnya pada Rabu (13/5).

Ia menjelaskan, manasik haji anak telah menjadi agenda rutin tahunan IGRA Kabupaten Jepara. 

Tahun ini kegiatan diikuti 14 kloter dari 14 kecamatan, dengan jumlah peserta mencapai 4300 anak.

Pemilihan lokasi di Alun-alun Jepara 2, dimaksudkan sebagai bentuk syiar Islam kepada masyarakat luas, serta mendukung geliat ekonomi kerakyatan di sekitar lokasi kegiatan.

Berbagai sarana penunjang juga telah dipersiapkan sebelumnya. Miniatur Ka'bah, area sa’i, hingga tempat lempar jumrah dibuat menyerupai pelaksanaan haji sesungguhnya. Agar anak-anak mendapatkan pengalaman yang lebih berkesan.

“Per pos kami ajarkan tata caranya, termasuk bacaan dan maksud dari setiap kegiatan. Jadi anak-anak tidak hanya ikut berjalan, tetapi juga memahami prosesnya,” jelasnya.

Selain mendampingi anak, para guru diharapkan ikut termotivasi, untuk dapat menunaikan ibadah haji maupun umrah ketika sudah mampu.

IGRA Kabupaten Jepara bahkan merancang program umrah bagi para guru RA. 

Melalui kegiatan tersebut, Rohmat berharap pengalaman mengikuti manasik haji dapat membekas, dalam ingatan anak-anak hingga dewasa nanti. 

Ia juga berharap mereka kelak diberi kesempatan, untuk benar-benar menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

“Semoga ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi anak-anak, serta suatu saat nanti mereka dimampukan untuk berhaji secara langsung,” pungkasnya.(fik)

Editor : Admin
Manasik Haji Anak-anak manasik haji igra jepara rukun Islam alun-alun jepara