Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bupati Jepara Resmikan Rumah Produksi Gula Aren di Desa Tanjung, Potensi Omzet Tembus Rp 13 Juta per Hari

M. Khoirul Anwar • Selasa, 12 Mei 2026 | 16:04 WIB
POTENSI: Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama jajaran Forkopimda meresmikan rumah produksi gula aren milik KWT Sekar Melati Tanjung.
POTENSI: Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama jajaran Forkopimda meresmikan rumah produksi gula aren milik KWT Sekar Melati Tanjung.

 

 

JEPARA – Program Bupati Ngantor di Desa kembali digelar di Desa Slagi, Kecamatan Pakis Aji, Selasa (12/5/2026). Dalam agenda tersebut, Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama jajaran Forkopimda meresmikan rumah produksi gula aren milik KWT Sekar Melati Tanjung.

Sebelum memulai agenda utama, bupati turut menanam pohon aren dan mencoba langsung nira aren yang menjadi salah satu potensi unggulan Desa Tanjung.

Witiarso menilai potensi aren di wilayah tersebut sangat besar dan dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa jika dikelola maksimal.

“Untuk Kecamatan Pakis Aji kita ada beberapa potensi seperti Pandan Arum di Desa Suwawal Timur yang nantinya akan dijadikan ikon. Ke depan secara bertahap menjadi sentra pariwisata dan sentra perekonomian,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah program strategis juga diproyeksikan berkembang di kawasan Pakis Aji. Mulai dari Sekolah Rakyat, SPPG, Sirkuit Rakashima hingga rencana gudang Bulog.

Menurutnya, Desa Tanjung memiliki kekuatan utama pada banyaknya pohon aren produktif yang dapat dimanfaatkan menjadi gula aren bernilai ekonomi tinggi.

“Sedangkan Desa Tanjung itu banyak pohon aren yang bisa dimanfaatkan. Satu pohon bisa menghasilkan sekitar 10 liter nira. Ada 329 pohon produktif dan kita berikan peralatan penunjang untuk memaksimalkan olahannya,” lanjutnya.

Witiarso berharap pengembangan gula aren mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Ini bisa meningkatkan ekonomi di Desa Tanjung. Desanya gemah ripah loh jinawi. Potensi ini bisa kita manfaatkan dan dikembangkan untuk menopang ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, PIC Kecamatan Pakis Aji Arwin Noor Isdiyanto mengatakan potensi gula aren Desa Tanjung saat ini belum tergarap maksimal karena keterbatasan sarana produksi.

“Kita melihat potensi yang belum dimanfaatkan. Sehari baru mengolah sekitar 560 liter,” jelasnya.

Ia memaparkan, dari total 329 pohon aren produktif, potensi produksi nira mencapai 3.290 liter per hari. Namun yang baru bisa dimasak sekitar 510 liter sehingga masih ada sekitar 2.730 liter yang belum terolah akibat keterbatasan alat produksi.

“Kalau seluruh potensi itu dikelola dengan baik, sehari bisa menghasilkan sekitar 329 kilogram gula aren. Dengan harga pasar saat ini sekitar Rp40 ribu per kilogram, maka omzetnya bisa mencapai sekitar Rp13 juta per hari,” terangnya.

Menurut Arwin, angka tersebut realistis dicapai apabila dukungan sarana dan prasarana produksi terpenuhi.

“Ini nilai yang sangat besar dan bukan angan-angan. Nah kesenjangan itu akan dibantu Pak Bupati melalui bantuan sarpras panen maupun produksi,” pungkasnya.

 

Editor : Admin
#jepara #witiarso utomo #Pakis Aji #gula aren #desa tanjung