JEPARA — Alokasi anggaran perbaikan jalan di Kabupaten Jepara dipatok sekitar Rp 200 miliar per tahun. Skema ini disiapkan untuk mengejar kebutuhan total peningkatan infrastruktur yang ditaksir mencapai Rp 1,2 triliun.
Angka tersebut disampaikan Bupati Jepara Witiarso Utomo saat berkantor di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, dalam program “Bupati Ngantor di Desa”, Selasa (5/5).
Menurutnya, keterbatasan fiskal membuat perbaikan jalan tidak bisa dilakukan sekaligus. Karena itu, pengerjaan diprioritaskan secara bertahap dengan memaksimalkan berbagai sumber pembiayaan.
Dari alokasi Rp 200 miliar per tahun, sekitar Rp 100 miliar berasal dari pajak daerah. Sisanya diharapkan datang dari dukungan pemerintah pusat dan provinsi.
“Kita targetkan dalam empat tahun ke depan bisa terselesaikan bertahap,” ujarnya.
Di tingkat teknis, sejumlah proyek yang sempat tertunda kini mulai bergerak. Beberapa ruas jalan telah masuk tahap tender dan dijadwalkan dikerjakan pada pertengahan Mei 2026.
Untuk wilayah Kecamatan Kembang, ruas Cepogo–Siculik akan dibangun dengan anggaran Rp 4,8 miliar. Sementara ruas Pendem–Jenggotan–Dudakawu diajukan ke pemerintah pusat dengan kebutuhan sekitar Rp 17 miliar.
Kegiatan “ngantor di desa” juga diisi dialog terbuka dengan warga. Lebih dari 13 pertanyaan muncul, mulai dari infrastruktur, pertanian, hingga layanan dasar. Jawaban disampaikan langsung oleh bupati bersama OPD terkait di lokasi.
Selain itu, bupati sempat meninjau UMKM lokal dan lokasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif (RDF), serta melihat pengembangan usaha hidroponik warga.
Di sektor kesehatan, peningkatan status Puskesmas Kembang menjadi fasilitas rawat inap juga sedang diproses. Targetnya rampung tahun ini dan mulai beroperasi pada awal 2027. (war)
Editor : Admin