JEPARA – Peringatan Hardiknas Jepara 2026 di SMA Negeri 1 Jepara tak berhenti pada seremoni. Pemerintah Kabupaten Jepara menegaskan arah investasi pendidikan. Memperkuat guru, membantu mahasiswa, dan membenahi sekolah secara serentak.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyebut pendidikan dan otonomi daerah saling berkaitan. Daerah diberi ruang berkembang, dan pendidikan menjadi kunci memanfaatkan peluang itu. Karena itu, anggaran digelontorkan dengan fokus pada dampak langsung ke masyarakat.
Data yang disampaikan menunjukkan skala intervensi yang besar. Program Kartu Guru Sejahtera tahun ini menyasar lebih dari 17 ribu guru dengan dukungan anggaran Rp25 miliar. Di sisi lain, Kartu Sarjana Jepara mengalokasikan Rp1,7 miliar untuk 2.398 siswa dan mahasiswa.
Pembenahan infrastruktur juga berjalan masif. Sebanyak 103 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP telah direvitalisasi. Transformasi digital ikut dipercepat dengan distribusi lebih dari seribu perangkat pembelajaran dan tambahan ribuan unit pada tahun ini.
Peningkatan kualitas tenaga pendidik menjadi penguat. Sebanyak 2.343 guru difasilitasi mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Dampaknya mulai terlihat, dengan angka partisipasi sekolah yang hampir menyentuh 100 persen di jenjang dasar dan menengah.
Meski capaian meningkat, perhatian terhadap lingkungan belajar tetap ditekankan. Isu perundungan dan kekerasan di sekolah menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan tak hanya soal fasilitas, tetapi juga keamanan dan kenyamanan siswa.
Bagi Pemkab Jepara, Hardiknas tahun ini menjadi catatan arah. Investasi pendidikan tidak berhenti di angka, tetapi menyasar kesejahteraan guru, akses siswa, dan kualitas sekolah secara menyeluruh. “Pendidikan yang baik tidak mungkin terwujud tanpa guru yang berkualitas dan sejahtera,” tegas Witiarso.
Editor : Admin