Sahabat Lestari Gandeng BRIN, Latih Mahasiswa dan Pelaku UMKM Jepara Kuasai Strategi Media Sosial

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Sabtu, 2 Mei 2026 | 19:20 WIB
SINERGIS: Para peserta pelatihan tampak antusias pada Sabtu (2/5). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS) 
SINERGIS: Para peserta pelatihan tampak antusias pada Sabtu (2/5). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS) 

JEPARA — Sahabat Lestari bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menggelar bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas strategi media sosial. Utamanya bagi mahasiswa dan pelaku UMKM di Kabupaten Jepara. 

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan pemasaran digital, sekaligus mendorong transformasi usaha berbasis teknologi.

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menyampaikan bahwa bimtek ini juga merupakan bagian dari upaya menyosialisasikan hasil-hasil penelitian BRIN, agar lebih aplikatif dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. 

Materi pelatihan disusun berdasarkan kajian dan data yang telah dihimpun, termasuk karakteristik ekonomi di Jepara.

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM saat ini adalah literasi, terutama dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. 

Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut, melalui modul yang relevan dengan kondisi lokal.

“UMKM di Jepara memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi. Namun, masih banyak produsen yang belum memiliki rantai penjualan yang kuat, khususnya dalam pemasaran digital,” ujarnya pada Sabtu (2/5).

Selain industri kayu, sektor usaha mikro seperti jasa serta usaha makanan dan minuman, juga menunjukkan tren pertumbuhan signifikan. 

Aktivitas konsumsi harian masyarakat, terutama kebiasaan ‘njajan’, menjadi peluang besar bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang.

Rerie sapaan akrab Lestari Moerdijat, menilai, di era digital saat ini, pelaku UMKM tidak lagi memerlukan modal besar untuk memasarkan produk. 

Yang dibutuhkan adalah konsistensi dalam membuat konten, serta kemampuan membangun citra atau branding di media sosial.

“Sekarang pertarungan bukan lagi di bengkel produksi, tetapi di jagad maya. Bukan hanya yang bisa memproduksi, tapi yang punya brand yang akan mengendalikan pasar,” tegasnya.

Ia juga mendorong pelaku UMKM untuk tidak hanya berhenti pada produksi, tetapi mampu menciptakan nilai tambah melalui strategi pemasaran yang tepat. 

Media sosial dinilai menjadi sarana efektif untuk memperluas jangkauan pasar, sekaligus meningkatkan daya saing produk.

Melalui bimtek ini, peserta diharapkan mampu memahami cara mengelola media sosial secara optimal, mulai dari pembuatan konten hingga strategi membangun citra produk. 

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang belajar bersama, untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha dalam menghadapi persaingan global.

Dengan kolaborasi antara Sahabat Lestari dan BRIN, diharapkan lahir pelaku UMKM dan generasi muda Jepara yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Serta mampu memanfaatkan peluang digital untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi.(fik)

Editor : Admin
Bimtek BRIN umkm bimtek peningkatan kapasitas Lestari Moerdijat BRIN