Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

100 Perempuan di Jepara Diajari Makeup Artist, Dorong Kemandirian Ekonomi

Fikri Thoharudin • Sabtu, 2 Mei 2026 | 19:15 WIB
ANTUSIAS: Para peserta pelatihan tengah mengikuti tahap demi tahap makeup, pada Sabtu (2/5). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
ANTUSIAS: Para peserta pelatihan tengah mengikuti tahap demi tahap makeup, pada Sabtu (2/5). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Sebanyak 100 perempuan di Kabupaten Jepara mengikuti pelatihan tata rias (makeup artist), yang digelar Forum Lembaga Kursus dan Pelatihan (F-LKP) setempat. Acara ini terselenggara berkat dukungan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.

Acara yang berlangsung di Pendopo Kartini Jepara pada Sabtu (2/5) ini, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Kegiatan ini tak sekadar mengajarkan teknik merias, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan, etika profesi, hingga kemampuan komunikasi untuk terjun ke dunia kerja.

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa profesi makeup artist menuntut kepekaan terhadap tren yang berkembang sangat cepat. 

Menurutnya, seorang perias harus terus belajar mengikuti perubahan gaya, termasuk teknik rias natural yang tampak seperti tidak menggunakan makeup.

“Hari ini kita sedang merias masa depan. Kita mempersiapkan diri menjadi sosok yang mumpuni, mandiri secara ekonomi, dan mampu berdiri di atas kaki sendiri,” tuturnya.

Ia menekankan, keterampilan merias bukan sekadar soal estetika, tetapi juga menjadi sarana membangun kepercayaan diri pelanggan. 

Oleh karena itu, seorang perias dituntut memiliki karakter, integritas, dan kemampuan komunikasi yang baik dalam melayani klien.

Selain itu, Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat, juga mengingatkan pentingnya menghargai keberagaman. 

Setiap individu memiliki warna kulit, bentuk wajah, dan latar belakang yang berbeda. Sehingga perlu pemahaman yang mendalam terkait dengan karakteristik tersebut.

“Setiap sapuan kuas bukan hanya soal teknik, tapi juga tentang semangat dan karakter. Kita tidak sekadar membuat orang terlihat cantik, tetapi membantu menumbuhkan rasa percaya diri,” imbuhnya.

Ia juga mendorong para peserta untuk tidak berhenti sebagai pekerja, melainkan mampu naik kelas menjadi pengarah gaya atau trendsetter di bidangnya. 

Dengan bekal keterampilan dan nilai, diharapkan para peserta dapat menjadi profesional yang jujur dan berdaya saing.

“Dengan bekal keterampilan, perempuan dapat berdaya, akan tercipta ketahanan keluarga dan dapat bermuara pada arah negara yang maju,” singgungnya.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo melalui Ali Hidayat menyampaikan bahwa pelatihan semacam ini berkontribusi pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta penurunan angka pengangguran di daerah. 

Program pelatihan dinilai mampu membuka peluang kerja, sekaligus mendorong kemandirian masyarakat.

Namun demikian, ia mengakui masih ada anak-anak yang belum mendapatkan akses pendidikan optimal. 

Oleh karena itu, penanganan anak tidak sekolah (ATS) perlu dilakukan tidak hanya melalui jalur formal, tetapi juga melalui pelatihan keterampilan yang langsung berdampak pada ekonomi.

“Peran Forum Pengelola LKP sangat strategis. Kami mengapresiasi langkah konkret yang dilakukan melalui pelatihan ini,” ujarnya.

Kegiatan tersebut sejalan dengan program “Jepara Karya” dan “UMKM Naik Kelas” dalam visi pembangunan Jepara MULUS, yang bertujuan meningkatkan kompetensi. Sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga mental dan nilai yang kuat untuk menghadapi dunia kerja. Dengan demikian, mereka dapat menjadi bagian dari generasi mandiri yang turut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Hingga 15 Desember 2025, Anak Tidak Sekolah (ATS) di Jepara tersisa 5.026. Kami berupaya untuk menekan angka tersebut, dengan kerjasama lintas OPD. Harapannya melalui LPK di Jepara juga dapat mengentaskan ATS. Ada 18 PKBM dan SKB,” pungkasnya.(fik)

Editor : Admin
#makeup artist #wakil ketua mpr ri #tata rias #sahabat lestari #LPK