Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Agus Sutisna Hadiri TATAH 2026, Dorong Ukir Jepara Naik Kelas

M. Khoirul Anwar • Kamis, 30 April 2026 | 14:41 WIB

 

TAKJUB: Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna melihat karya ukiran Jepara di paleran TATAH 2026.
TAKJUB: Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna melihat karya ukiran Jepara di paleran TATAH 2026.
 
JAKARTA – Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna menghadiri pembukaan pameran seni ukir TATAH 2026 di Museum Nasional Indonesia, Rabu (30/4). Kehadiran ini menjadi sinyal kuat dukungan legislatif dalam mendorong seni ukir Jepara naik kelas, dari warisan lokal menuju panggung nasional bahkan internasional.
 
Pameran bertajuk Suluk–Sulur–Jepara yang berlangsung hingga 5 Juli 2026 ini merupakan kolaborasi HIMKI DPD Jepara Raya, Pemerintah Kabupaten Jepara, Rumah Kartini, dan Dekranasda. Ternyata, TATAH disiapkan sebagai program trilogi selama tiga tahun, dengan misi besar memperkuat posisi Jepara sebagai pusat ukir dunia.
 
Agus Sutisna menegaskan, seni ukir bukan sekadar produk kerajinan. Ia adalah identitas yang diwariskan turun-temurun selama ratusan tahun. “Pameran ini langkah strategis untuk mengangkat warisan lokal ke pentas nasional,” ujarnya.
 
Pada tahun pertama, tema Suluk diangkat untuk menyoroti keahlian mengukir dalam berbagai bentuk, mulai mebel, patung, relief, hingga dekorasi ruang. Begini faktanya, karya-karya yang ditampilkan tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga sarat filosofi dan kecerdasan tradisional masyarakat Jepara.
 
Lebih jauh, kegiatan ini dinilai memiliki dampak ekonomi langsung. Selain memperluas pasar, pameran juga membuka peluang investasi dan kolaborasi lintas sektor. Dampaknya, industri kreatif berbasis ukir di Jepara diharapkan semakin berkembang dan berdaya saing.
 
Agus juga menekankan pentingnya regenerasi. Ia mengajak generasi muda untuk mencintai sekaligus melanjutkan tradisi ukir. “Kita harus memastikan warisan ini tetap hidup dan berkembang,” tegasnya.
 
Selain pameran, TATAH 2026 juga menghadirkan diskusi, peluncuran buku, tur galeri, hingga pemutaran film bertema Raden Ajeng Kartini. Kegiatan ini menyasar berbagai kalangan, mulai pemerintah, akademisi, pelaku industri, hingga masyarakat umum.
 
Di akhir, Agus mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung para perajin. Menurutnya, karya ukir adalah wajah asli Jepara. “Ini bukan hanya kebanggaan lokal, tapi aset bangsa yang mampu menginspirasi dunia,” pungkasnya.
 
Editor : Admin
#TATAH 2026 #HIMKI #Agus Sutisna #dprd jepara #ukir jepara