Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dapat Undian Hadiah Sepetak Kios saat Perpindahan Pasar Bangsri, Alfiyatun-Anas Merasa Seperti Mimpi

Fikri Thoharudin • Rabu, 29 April 2026 | 18:08 WIB
SUMRINGAH: Alfiyatun, istri dari Muhammad Anas tak menyangka jika mendapatkan hadiah undian satu petak kios, saat prosesi perpindahan pedagang Pasar Bangsri, pada Rabu (29/4). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
SUMRINGAH: Alfiyatun, istri dari Muhammad Anas tak menyangka jika mendapatkan hadiah undian satu petak kios, saat prosesi perpindahan pedagang Pasar Bangsri, pada Rabu (29/4). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Di tengah riuhnya perayaan perpindahan pedagang ke Pasar Bangsri Baru Rabu (29/4), satu momen kecil justru menyimpan cerita besar, saat pengundian hadiah. 

Di sela tawa dan tepuk tangan, nama-nama dipanggil satu per satu, membawa harapan yang tak semua orang sangka akan datang secepat itu.

Hadiah yang dibagikan bukan sekadar simbolis. Ada kios, sepeda listrik, hingga uang tunai. 

Bagi sebagian pedagang, undian itu menjadi titik balik dari perjalanan panjang mereka berdagang di ruang-ruang sempit, berpindah-pindah, bahkan menunggu kepastian selama bertahun-tahun.

Muhammad Anas (56), warga Bangsri, menjadi salah satu yang merasakan keberuntungan itu. 

Sehari-hari, ia menjual buah pisang yang diambil dari daerah Kelet untuk kemudian dijual di Pasar Bangsri. 

Usahanya sederhana, tapi sudah ia jalani dengan tekun dalam waktu lama. Setidaknya menyentuh dua dekade.

Saat proses pemilihan undian dimulai, nomor dibacakan. Tak menyangka, ternyata cocok dengan kertas undian yang ada di tangannya.

Raut wajahnya tak bisa menyembunyikan rasa lega. Baginya, mendapatkan kios bukan sekadar hadiah, tetapi peluang untuk menata masa depan keluarga.

“Senang sekali. Ini rencananya kiosnya nanti untuk istri, jualan mie ayam. Selama ini masih kontrak, habisnya Desember nanti,” ujarnya usai menerima hadiah undian.

Sepanjang ini, keluarganya bertahan dengan sistem sewa. Pindah dari satu tempat ke tempat lain, menyesuaikan kemampuan. Kini, dengan kios yang dimiliki, ia merasa punya pijakan yang lebih pasti.

Sang istri, Alfiyatun, hendak tak percaya saat pedagang lain membawa kabar jika ia telah menang undian. 

Perempuan berusia setidaknya 47 tahun ini, semula tak menghiraukan saat ada yang membawa kabar tersebut.

Namun saat sang suami datang juga memberikan kabar serupa, kedua sontak pergi ke belakang warung mie ayam. Matanya berkaca-kaca. Tak menyangka. 

Seakan mereka mengimani, hadiah siang itu adalah wujud dari doa-doa yang diamini selama ini. Jawaban atas pencarian tempatnya untuk berdagang.

Yang tak kalah menyentuh ialah, saat menerima kabar tersebut, sang istri sedang melayani pembeli mie ayam-bakso di warungnya. 

Alhamdulillah, kados (seperti, red) mimpi. Dua hari saya sampai tidak bisa tidur,” tuturnya, masih dengan nada haru.

Selama ini, Alfiyatun berdagang dengan sistem sewa yang tidak murah bagi ukuran pedagang kecil. 

Ia menyebut, untuk satu tempat berukuran sekitar enam meter, biaya sewanya bisa mencapai Rp 4 juta per tahun. 

Tak dinyana. Semula ia diminta sang pemilik lahan untuk pindah. Karena lokasi tanah yang disewanya tersebut mau dibangun usaha lain oleh sang tuan tanah.

Saat ini terhitung 2 tahun 4 bulan ia menempati lokasi sewanya tersebut. Tiba-tiba dipaksa pindah, padahal kontrak masih sampai bulan Desember mendatang. Kendati demikian ia diberi kembalian uang sewa. 

Dua malam tak bisa tidur, semua terjawab pada Rabu (29/4) siang, saat ia mendapatkan hadiah sepetak kios di Pasar Bangsri Baru.

Kini, dengan kios yang didapat, ia mulai menyusun mimpi baru. “Pengin melanjutkan usaha, mie ayam-bakso ini,” katanya singkat, namun penuh keyakinan.

Bapak-Ibu dengan satu anak semata wayang ini, melihat kios itu bukan sekadar tempat berdagang. 

Lebih dari itu, kios adalah harapan. Tentang menanam masa depan yang lebih layak, tentang usaha yang bisa berkembang, dan tentang hidup yang sedikit lebih tenang.

Di tengah megahnya bangunan Pasar Bangsri Baru, kisah-kisah seperti milik Anas dan Alfiyatun menjadi pengingat. Bahwa pasar bukan hanya soal transaksi ekonomi, tetapi juga ruang bagi harapan-harapan kecil untuk tumbuh dan menemukan jalannya.

“Semoga semua yang berdagang di Pasar ini nantinya juga dapat sukses, mendapatkan rezeki yang halal, berkah, barakah,” pungkasnya.(fik)

Editor : Admin
#pedagang pasar #jepara #kios pasar #pasar bangsri #undian hadiah