JEPARA – Kepedulian sosial dan semangat gotong royong kembali terlihat dalam aksi nyata masyarakat di Dukuh Sendangsari, Desa Banjaran, Kecamatan Bangsri, Minggu (26/4).
Pembangunan rumah bagi warga kurang mampu ini diprakarsai oleh Himpunan Komunitas Peduli Umat (HIKDMAT), dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan institusi.
Program tersebut ditujukan untuk membantu warga RT 03/RW 1 Desa Banjaran, Ovrilia Kusuma Winahyu, yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Kegiatan ini menjadi wujud solidaritas sosial masyarakat Jepara, serta mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan di lingkungan warga.
Sejumlah pihak turut ambil bagian dalam kegiatan ini, di antaranya Irmas Masjid Mbah Mohammad Arif Banjaran, tokoh masyarakat, anggota Polsek Bangsri, Koramil 07 Bangsri, Pemerintah Desa Banjaran yang diwakili Carik Jazeri, serta DPD Ahlulbait Indonesia (ABI) Jepara.
Ketua HIKDMAT, Abdullah, menyampaikan bahwa esensi utama dari kegiatan ini bukan hanya pembangunan fisik rumah. Melainkan nilai kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat.
Dia menegaskan bahwa semua pihak terlibat tanpa memandang perbedaan latar belakang. Dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kerukunan.
Hal senada disampaikan perwakilan Irmas Masjid Mbah Mohammad Arif, Roni, yang mengapresiasi kegiatan tersebut.
Pihaknya menilai gerakan sosial seperti ini mampu mempererat solidaritas antarwarga dan patut terus didukung.
Carik Desa Banjaran, Jazeri, juga menilai kegiatan ini sebagai bentuk sinergi nyata antara masyarakat dan pemerintah desa, dalam membantu warga yang membutuhkan.
Ia menekankan bahwa bantuan ini tidak hanya bernilai materi, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan yang kuat.
Relawan HIKDMAT, Ali Ridho, menjelaskan bahwa pembangunan rumah ini dilandasi murni oleh kepedulian kemanusiaan.
Ia menyebutkan bahwa Novi, seorang janda dengan dua anak, sebelumnya tinggal dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Sehingga bantuan ini diharapkan dapat menghadirkan kehidupan yang lebih layak.
Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol kolaborasi lintas elemen masyarakat, mulai dari aparat keamanan, tokoh agama, hingga komunitas.
"Kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun kesejahteraan sosial," sebutnya.
Sebagai penutup rangkaian pembukaan, doa dipimpin oleh Habib Husain bin Yahya, tokoh masyarakat setempat. Dengan harapan pembangunan rumah berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.
"Melalui kegiatan ini, nilai kepedulian, persatuan, dan gotong royong diharapkan terus terjaga serta menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk saling membantu sesama," imbuhnya.
Editor : Admin