Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

BRIN Bakal Dampingi Pelaku Industri Jepara, Gandeng Sejumlah Kampus di Jateng

Fikri Thoharudin • Jumat, 24 April 2026 | 19:11 WIB
Kepala BRIN Arif Satria. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan komitmennya, untuk mendampingi pelaku industri di Kabupaten Jepara, melalui penguatan riset dan inovasi. 

Langkah ini diarahkan untuk mendorong daya saing industri kerajinan, khususnya ukir.

Yang selama ini menjadi identitas ekonomi daerah, serta aset penting secara nasional.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Arif Satria, menegaskan bahwa industri kerajinan Jepara memiliki potensi besar.

Namun membutuhkan pendampingan yang lebih kuat, agar mampu berkembang secara berkelanjutan. 

Menurutnya, dukungan inovasi, menjadi kunci untuk mendongkrak nilai tambah produk. Sekaligus memperluas akses pasar.

Ia menyampaikan bahwa BRIN memiliki misi untuk memastikan hasil riset tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat dimanfaatkan langsung oleh pelaku usaha. Termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Pendampingan ini dapat difokuskan pada pengembangan inovasi produk, peningkatan kualitas, hingga penguatan daya saing berbasis riset.

"Pendampingan inovasi UMKM menjadi prioritas kami. Riset dan inovasi yang sudah dihasilkan harus bisa memberi manfaat nyata, termasuk bagi pelaku industri di Jepara,” tuturnya dalam kunjungan ke Jepara pada Jumat (24/4).

Dalam implementasinya, BRIN akan mendorong skema kolaborasi atau co-development, termasuk membuka peluang kerja sama dengan negara maju. 

Model ini diharapkan dapat mempercepat transfer teknologi, sekaligus meningkatkan kapasitas industri lokal, agar mampu bersaing di pasar global.

Selain itu, BRIN juga menawarkan untuk menggandeng sejumlah perguruan tinggi di Jawa Tengah sebagai mitra strategis. 

Kampus-kampus tersebut akan dilibatkan dalam riset dan pengembangan Research and Development (R&D). Sekaligus menjadi jembatan antara inovasi akademik dengan kebutuhan industri di lapangan.

Menurut Arif, pendekatan kolaboratif ini penting, supaya inovasi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. 

Kampus, menurutnya, memiliki sumber daya riset yang kuat. Sementara industri memiliki kebutuhan nyata.

Di sisi lain, Arif juga menyinggung peran BRIN dalam pengembangan teknologi strategis nasional, mulai dari riset benih padi hingga teknologi antariksa. 

Ia mengungkapkan bahwa Indonesia tengah mendorong kemandirian teknologi, termasuk melalui pengembangan satelit nasional.

Dalam kunjungan dan kerja sama internasional, BRIN juga menjajaki kolaborasi di bidang antariksa, termasuk pembahasan dengan mitra di Moskow, Rusia. 

Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas teknologi nasional.

“Targetnya, kami bisa memiliki satelit sendiri yang dalam waktu dekat akan diluncurkan. Ini akan mendukung berbagai program nasional, termasuk ketahanan pangan,” ungkapnya.

Arif menambahkan, penguatan teknologi tersebut sejalan dengan upaya membangun kemandirian Indonesia di berbagai sektor. 

Dengan dukungan inovasi yang terintegrasi, baik di bidang industri maupun teknologi tinggi, diharapkan Indonesia mampu memperkuat posisi sebagai negara yang berdaya saing.

Melalui sinergi antara BRIN, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pelaku industri, Jepara diharapkan tidak hanya dikenal sebagai sentra ukir tradisional. 

Akan tetapi juga sebagai pusat industri kreatif berbasis inovasi yang mampu menembus pasar global.

“Industri kerajinan menjadi aset luar biasa secara nasional, perlu didampingi yang kuat, untuk mendongkraknya. Oleh karena itu, kami siap untuk memberikan support dan kolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Jepara,” pungkasnya.(fik)

Editor : Admin
#Living lab #Inovasi BRIN Kerajinan Ukir #Jepara Gandeng BRIN #Industri Ukir Jepara #BRIN