JEPARA – Suasana meriah menyelimuti halaman Balai Desa Kawak, Kecamatan Pakis Aji, Kamis (23/4).
Ribuan warga tumpah ruah mengikuti Festival Jondang ke-12 yang kembali digelar dengan semarak.
Sebanyak 26 jondang, yakni peti kayu tradisional khas Jawa, diarak menempuh perjalanan sekitar dua kilometer menuju Sitinggil dan masjid setempat.
Di dalam jondang tersebut tersusun beragam hasil bumi, mulai sayur mayur, buah-buahan, aneka kuliner tradisional hingga kreasi warga seperti gemblong, jenang, dan bubur.
Warga dari berbagai kalangan usia tampak kompak mengenakan busana adat.
Iring-iringan kirab pun semakin semarak dengan tarian tradisional, bunyi tongtek, musik lesung, serta ragam pertunjukan budaya lainnya.
Setibanya di lokasi akhir, seluruh peserta mengikuti doa bersama.
Prosesi ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat sekaligus harapan akan keberkahan dan kesejahteraan ke depan.
Salah satu warga RT 17 Desa Kawak, Eko, mengaku bangga tradisi jondang masih terus dijaga. Ia menuturkan jondang memiliki filosofi mendalam dalam budaya Jawa.
Menurutnya, istilah jondang dapat dimaknai sebagai “bojone ngandang”, yang menggambarkan harapan akan rezeki serta kebaikan yang terhimpun.
Tradisi tersebut bahkan masih digunakan dalam prosesi pernikahan adat.
Ia mencontohkan, saat menikahkan anaknya tahun lalu, dua jondang lama berisi makanan tradisional dibawa sebagai bagian dari sarasehan keluarga.
Petinggi Desa Kawak, Eko Heri Purwanto, menegaskan festival ini bukan sekadar pelestarian budaya, tetapi juga upaya menggerakkan sektor wisata desa.
Ia berharap festival semakin dikenal luas sehingga mampu menarik wisatawan dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Menurutnya, jondang kini termasuk benda langka bernilai budaya tinggi yang bahkan diminati kolektor serta pecinta seni.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara Ali Hidayat mengungkapkan, Festival Jondang sedang dipersiapkan untuk diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda.
Rencana pengajuan akan dilakukan ke Kementerian Kebudayaan RI pada tahun depan sebagai bagian dari usulan strategis daerah.
Ia menambahkan, hingga kini Jepara telah memiliki 15 Warisan Budaya Takbenda, dan tahun ini enam tradisi baru tengah dipersiapkan untuk diajukan.
Perwakilan Karang Taruna Kawak, Raka, menambahkan Festival Jondang telah berlangsung sejak 2014 dan tahun ini melibatkan sekitar 2.000 peserta.
Rangkaian acara pun belum berakhir, karena malam harinya dilanjutkan dengan pertunjukan wayang kulit sebagai penutup perayaan sedekah bumi. (fik)