PLN UIK Tanjung Jati B Optimalkan Efisiensi Pembangkit Lewat LCCA, Semangat Kartini Menginspirasi Transformasi Berbasis Data
Admin• Rabu, 22 April 2026 | 13:39 WIB
Suasana acara Go Live Digital Twin Quick Win 4 PLN UIK Tanjung Jati B yang menampilkan implementasi aplikasi Life Cycle Cost Analysis (LCCA) di Ruang Kartini, Jepara, Selasa (21/4), sebagai upaya optimalisasi efisiensi biaya siklus hidup pembangkit berbasis data dalam momentum peringatan Hari Kartini.
JEPARA - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, PLN UIK Tanjung Jati B terus mendorong inovasi dan transformasi digital di sektor ketenagalistrikan melalui implementasi Life Cycle Cost Analysis (LCCA) sebagai bagian dari Go Live Digital Twin Quick Win 4 yang digelar di Ruang Kartini, Gedung Utama PLN UIK Tanjung Jati B, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Selasa (21/4).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan Digital Power Plant menuju Digital Twin di lingkungan PLTU Tanjung Jati B, sekaligus menjadi wujud nyata semangat kemajuan dan pemikiran visioner yang diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini dalam menghadapi tantangan zaman melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.
Acara berlangsung secara hybrid dengan dihadiri Executive Vice President Perencanaan Strategis Pembangkitan PLN Kantor Pusat Parulian Noviandri, Direksi PLN Icon Plus Fintje Lumembang, jajaran manajemen dan pegawai PLN UIK Tanjung Jati B, serta manajemen asset operator PLTU Tanjung Jati B.
Implementasi LCCA menjadi salah satu langkah strategis PLN dalam memperkuat pengelolaan aset berbasis data. Aplikasi ini dirancang untuk melakukan analisis menyeluruh terhadap biaya siklus hidup peralatan dan sistem pembangkit, mulai dari tahap perencanaan, operasi, hingga pemeliharaan.
Melalui LCCA, PLN mampu membandingkan antara biaya rencana dan realisasi pada level equipment maupun plant secara lebih komprehensif. Analisis ini memungkinkan identifikasi dini terhadap deviasi biaya, potensi peningkatan tingkat kegagalan, serta indikasi penurunan efisiensi operasional.
Hasil dari analisis LCCA kemudian dimanfaatkan sebagai dasar dalam merumuskan strategi pemeliharaan yang lebih tepat sasaran, sekaligus mendukung pengambilan keputusan aset yang lebih akurat. Pendekatan ini diharapkan mampu mengoptimalkan biaya operasional sekaligus menjaga keandalan pembangkit secara berkelanjutan.
General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, menyampaikan bahwa pemanfaatan LCCA merupakan bagian penting dalam memperkuat budaya pengambilan keputusan berbasis data di lingkungan pembangkitan.
“Dengan Life Cycle Cost Analysis (LCCA), kita tidak hanya mampu melihat kondisi teknis, tetapi juga mampu melakukan simulasi hingga ke aspek finansial dan perencanaan anggaran pemeliharaan secara lebih presisi.” ujarnya.
Lebih lanjut, pengembangan LCCA merupakan bagian dari inisiatif Asset Performance Management (APM) 4.0 yang mendukung program transformasi PLN 2.0 melalui Moonshot Smart Power Plant. Penunjukan PLTU Tanjung Jati B sebagai pilot project sejak Desember 2023 menegaskan peran strategis unit ini dalam mengakselerasi digitalisasi pembangkitan nasional.
Dengan implementasi LCCA, PLN UIK Tanjung Jati B optimistis dapat meningkatkan efisiensi biaya siklus hidup aset, meminimalkan risiko kegagalan, serta memastikan operasional pembangkit yang lebih andal dan optimal dalam mendukung kebutuhan listrik masyarakat.
Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa transformasi dan kemajuan tidak hanya lahir dari teknologi, tetapi juga dari keberanian untuk berpikir inovatif dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan masa depan.