Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Peringatan Hari Kartini di SMPN 2 Batealit: Fun Game Literasi "Permainan Sedotan Emansipasi" Ajarkan Nilai Perjuangan Kartini

Ali Mustofa • Rabu, 22 April 2026 | 13:00 WIB
 SMP Negeri 2 Batealit menggelar kegiatan bertajuk fun game literasi
SMP Negeri 2 Batealit menggelar kegiatan bertajuk fun game literasi

JEPARA – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, SMP Negeri 2 Batealit menggelar kegiatan bertajuk fun game literasi bertema "Permainan Sedotan Emansipasi".

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 21 April 2026 ini diikuti oleh 127 siswa-siswi dengan penuh antusiasme, semangat, dan hikmat.

Mengusung tujuan mulia untuk mengajarkan nilai filosofi emansipasi wanita sebagai cerminan perjuangan Ibu Kartini kepada para generasi muda, kegiatan ini dikemas secara interaktif dan menyenangkan.

Para peserta tidak hanya diajak bermain, tetapi juga merenungkan makna mendalam dari setiap tindakan membangun menara menggunakan sedotan secara bersama-sama.

Acara menghadirkan narasumber kompeten, yaitu Amin Sururi, S.Hum, pegiat literasi Jepara sekaligus founder Taman Bacaan Masyarakat Desa Rajekwesi, Mayong, Jepara.

Dalam paparannya, Amin Sururi menyampaikan secara apik cerita perjalanan hidup Kartini—mulai dari masa kecil, remaja, dewasa, hingga setelah menikah.

Ia juga mengupas tuntas makna filosofi di balik permainan sedotan emansipasi dengan menyoroti poin-poin penting penuh nilai luhur.

Adapun makna filosofi yang direnungkan dalam permainan tersebut antara lain:

Setiap sedotan punya kekuatan sama – Mengajarkan kesetaraan kontribusi lintas gender.

Keseimbangan, bukan dominasi – Menekankan pentingnya kepemimpinan bersama agar menara (kehidupan) tidak runtuh.

Saling menyangga – Solidaritas dan interdependensi sebagai kunci emansipasi sejati.

Percobaan dan runtuh adalah bagian dari proses – Keberanian untuk bangkit kembali dari kegagalan.

Permainan bersama, bukan kompetisi individual – Kemenangan adalah terciptanya struktur sosial yang kokoh dan adil bagi semua.

Para peserta terlihat sangat antusias dan bersemangat mengikuti setiap tahapan permainan. Suasana haru sekaligus hikmat menyelimuti sesi refleksi ketika siswa-siswi diajak memahami bahwa menara sedotan hanya bisa berdiri kokoh jika semua tangan bekerja sama, saling mendengar, dan saling mengunci dengan hormat—sebuah analogi kuat tentang masyarakat yang adil dan setara.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi generasi muda SMPN 2 Batealit untuk tidak sekadar mengenang Kartini, tetapi juga menginternalisasi nilai emansipasi sebagai upaya membangun peradaban yang lebih manusiawi dan berkeadilan.

Penutup:

Seperti disampaikan narasumber, "Menara sedotan tidak akan pernah berdiri jika hanya satu orang yang bekerja. Ia berdiri karena setiap sedotan diberi ruang, didengar posisinya, dan saling mengunci dengan hormat. Emansipasi bukan tentang mengganti posisi dominasi, tetapi menciptakan struktur sosial yang fleksibel, kokoh, dan adil." (*)

Editor : Ali Mustofa
#fun game literasi #smp negeri 2 betelait #siswa #hari kartini #emansipasi