JEPARA – Minggu pagi (19/4) di Telukawur tak berjalan biasa. Kawasan Kampus Universitas Diponegoro mendadak padat oleh pelari. Kaos olahraga warna-warni bergerak serempak. Start dilepas, dan ratusan peserta langsung menyusuri lintasan 3 dan 5 kilometer dalam Kartini Fun Run.
Event ini bukan sekadar lari santai. Ada tiga momentum yang dirayakan sekaligus: Hari Jadi Jepara, ulang tahun ke-48 RSUD RA Kartini, dan yang tak banyak diduga, ulang tahun ke-44 Bupati Jepara Witiarso Utomo.
Di antara pelari, tampak Witiarso Utomo ikut membaur. Tanpa sekat. Di barisan yang sama, Rektor Undip Suharnomo, Sekda Jepara Ary Bachtiar, Anggota DPRD Jawa Tengah Andang Wahyu T., DPRD Jepara, jajaran direksi RSUD, kepala OPD, hingga pimpinan Bank Jateng Cabang Jepara ikut berlari. Ritmenya santai, tapi suasananya hidup.
Selepas garis finish, suasana tak kalah ramai. Musik dari DJ Amore dan Zumba menjaga energi tetap tinggi. Pelari yang datang disambut tepuk tangan, sebagian langsung berkumpul di area panggung.
Namun, momen paling mencuri perhatian justru muncul setelah lomba. Saat sesi undian hadiah dan santunan berlangsung, suasana mendadak berubah. Kue ulang tahun dibawa naik ke panggung. Nama Bupati Jepara Witiarso Utomo disebut.
Witiarso sempat terlihat kaget. Panitia rupanya menyiapkan kejutan ulang tahun ke-44. Tepuk tangan pecah. Peserta yang masih berkeringat ikut bersorak. Di tengah keramaian itu, lilin ditiup. Momen sederhana yang terasa hangat dan spontan.
Direktur RSUD RA Kartini, dr. Tri Iriantiwi, menyebut kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari rangkaian ulang tahun RSUD sekaligus menyatu dengan momentum Hari Jadi Jepara.
“Ini bukan hanya olahraga, tapi juga kebersamaan. Terima kasih kepada Undip atas dukungan dan kolaborasinya,” ujarnya.
Di balik kemeriahan, ada agenda yang lebih strategis. RSUD RA Kartini menjalin kerja sama dengan Undip dalam kerangka Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satunya pengolahan limbah, yang ke depan diharapkan berkembang menuju konsep green hospital.
Rangkaian kegiatan lain juga digelar donor darah, santunan, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pijat refleksi. Warga datang tidak hanya untuk berlari, tetapi juga mendapatkan layanan langsung.
Rektor Undip, Suharnomo, memberi sinyal kuat untuk kelanjutan kolaborasi. “Tahun depan siap kita lanjutkan, bahkan lebih besar,” ucapnya.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, pun mengapresiasi jalannya kegiatan. Baginya, ini bukan sekadar seremoni. Ada ruang pertemuan antara pemerintah, kampus, dan masyarakat dalam satu trek yang sama. (war)
Editor : Admin