JEPARA — Denting suara gamelan mengalun di Alun-alun Jepara I, pada Sabtu (18/4) sore.
Irama tradisional itu menjadi penanda dimulainya Parade Inspirasi Kartini.
Perhelatan ini tak sekadar menampilkan busana, tetapi juga merayakan semangat emansipasi yang diwariskan R.A. Kartini.
Sejak sore, warga tampak berdatangan memenuhi kawasan Alun-alun.
Beberapa di antaranya mengenakan kebaya lengkap dengan jarik. Seolah hendak larut dalam suasana tempo dulu, yang berpadu dengan semangat masa kini.
Nuansa budaya terasa kental. Namun tetap hidup dengan sentuhan kreativitas generasi muda.
Parade yang digelar untuk menyambut Hari Kartini ini, menjadi ruang ekspresi bagi pelajar Jepara.
Para siswa tampil juga dalam parade kebaya. Berjalan anggun sembari membawa pesan tentang keberanian, kemandirian, dan jati diri perempuan masa kini.
Tak berhenti di situ, rangkaian acara dikemas dalam balutan kolaborasi seni yang beragam.
Mulai dari musik tradisional, parade busana casual, fashion show wastra, hingga demo karya dan paduan suara pelajar.
Beberapa karya maupun busana merupakan buah pikir dan kreativitas siswa sendiri. Seperti dari hasil tugas akhir di sekolah masing-masing.
Setiap penampilan menghadirkan interpretasi berbeda tentang Kartini. Bukan sekadar simbol sejarah, tetapi inspirasi yang terus hidup dan berkembang.
Kegiatan ini menjadi hasil sinergi berbagai pihak. Di antaranya Dekranasda Jepara, SMKN 2 Jepara, SMAN 1 Jepara, SMAN 1 Tahunan, SMPN 1 Jepara, Yayasan Kartini Indonesia, LKP ANDY Jepara, serta Forum PLKP Jepara.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan, bagaimana dunia pendidikan dan komunitas kreatif dapat berjalan beriringan dalam merawat nilai budaya.
Bupati Jepara Witiarso Utomo, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa peringatan Kartini, tidak boleh berhenti pada seremoni semata.
Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan Kartini harus mampu menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda.
“Peserta yang hadir sore ini mencapai 477 orang. Ini bukan sekadar angka, tetapi simbol keterwakilan perempuan dan semangat yang ingin kita bangun bersama,” tuturnya.
Ia juga berharap kegiatan semacam ini dapat terus berkembang setiap tahunnya.
Lebih meriah, lebih menginspirasi, dan semakin mendorong kreativitas anak-anak Jepara untuk berkarya.
Di tengah gemerlap busana dan alunan musik, Parade Inspirasi Kartini menjadi pengingat bahwa perjuangan belum usai.
Dari panggung sederhana di Alun-Alun, semangat itu hidup. Dalam langkah para pelajar, dalam karya yang ditampilkan.
Serta dalam keyakinan bahwa Jepara akan terus melahirkan generasi yang mandiri, kreatif, dan berdaya.
"Ibu Kita Kartini, meski usianya hanya 25 tahun, tapi berhasil membawa pengaruh besar. Semoga dengan acara seperti ini, kreativitas pelajar kita dapat terus tumbuh," pungkasnya.(fik)
Editor : Admin